Pandangan Psikologi Sosial Menurut Tokoh Psikologi Alfred Adler

TEORI-TEORI KEPRIBADIAN SOSIAL

Orang-orang Psikoanalisis dengan Pandangan Psikologi Sosial
ALFRED ADLER
·         Disebut sebagai Bapak Psikologi Sosial
·         Lahir di Wina tahun 1870.
·         Mula-mula bekerja sama dengan Freud  sebagai anggota, kemudian menjadi Presiden “Masyarakat Psikoanalisis Wina”.
·         Tahun 1911 mengembangkan pendapatnya sendiri meyimpang dari Freud yaitu aliran baru yang diesbut Psikologi Individual  Yang menekankan kodrat sosial fundamental manusia.

SUMBANGAN TEORI ADLER
1.       Konsep yang menganggap manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial yaitu manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial.
2.       Konsep mengenai diri yang kreatif menginterpretasi dan membuat pengalaman-pengalaman penuh arti.
3.       Tekanannya pada keunikan individual dimana setiap tingkah laku yang dilakukan orang membawa corak khas gaya hidupnya sendiri.
4.       Memandang kesadaran sebagai pusat kepribadian yakni manusia mahluk sadar dimana mereka sadar akan tingkah laku mereka.

PRINSIP TEORI INDIVIDUAL ADLER
1.       FINALISME SEMU/ FIKTIF.
·         Adler dipengaruhi oleh filsafat Hans Vaihinger yakni manusia dengan banyak cita-cita bersifat fiktif (semu) yang tak ada buktinya dalam realitas.
·         Tujuan itu tidak ada dimasa depan sebagai bagian dari rancangan teleologis, melainkan ada secara subjektif pada waktu kini sebagai cita-cita yang mempengaruhi tingkah laku.
·         Tujuan ini semu namun merupakan pelecut yang nyata bagi usaha manusia.

2.       PERJUANGAN SEBAGAI SUPERIORITAS.
·         Dorongan agresif lebih penting daripada dorongan seksual.
·         Nafsu agresif yaitu keinginan berkuasa dimana dorongan superior/berharga atau untuk lebih sempurna yang merupakan tujuan final.
·         Dorongan ini merupakan keadaan subjektif, ada dalam diri subjek sejak lahir sampai mati dan membawa pribadi dari suatu tahap perkembangan ke tahap perkembangan tahap berikutnya yang lebih tinggi.

3.       PERASAAN INFERIORITAS DAN KOMPENSASI.
·         Orang yang memiliki organ yang kurang baik akan berusaha mengkompensasikan dengan jalan memperkuat argan tsb melalui latihan yang intensif.
·         Inferioritas adalah rasa diri kurang/ rasa rendah dari yang timbul karena  rasa kurang berharga. Kurang mampu dalam bidang penghidupan apa saja.
·         Rasa rendah diri ini bukan suatu ketidaknormalan, namun merupakan pendorong bagi segala perbaikan manusia.

4.       MINAT SOSIAL/ KEMASYARAKATAN.
·         Manusia yang semula dianggap didorong oleh dorongan kekuasaan selanjutnya dianggap didorong oleh dorongan kemasyarakatan (minat sosial) yang di bawah sejak lahir sehingga menyebabkan ia menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
·         Minat sosial ini berupa individu membantu masyarakat mencapai tujuan terciptanya masyarakat yang sempruna.
·         Minat sosial ini bersifat bawaan tidak dapat muncul secara spontan oleh karenannya harus ditumbuhkan lewat bimbingan dan latihan sehingga menurut Adler, pendidikan penting.

5.       GAYA HIDUP.
·         Merupakan pengertian yang sentral dalam teori Alder.
·         Gaya hidup adalah dasar untuk memahami tingkah laku seseorang yang melatarbelakangi sifat seseorang.
·         Tiap orang punya gaya hidup masing-masing, walaupun tujuannya sama yaitu mecapai superioritas.
·         Gaya hidup ditentukan oleh inferioritas yang khusus yakni suatu kompensasi terhadap kekurangan-kekurangan tertentu.
·         Gaya hidup telah terbentuk umur 3 – 5 tahun dimana segala pengalaman dihadapi dan diasimilasikan sesuai dengan gaya hidup yang khas. Sikap, perasaan apersepsi terbentuk diusia dini dan sejak itu gaya hidup tak berubah.

6.       DIRI KREATIF.
·         Diri yang kreatif ini adalah pengerak utama semua tingkah laku manusia.
·         Manusia membentuk kepribadian sendiri dimana manusia membangun kepribadiannya dari bahan mentah yaitu hereditas dan pengalaman.
·         Diri kretaif merupakan daya untuk mengolah fakta-fakta dunia dan mentransformasikan fakta-fakta ini menjadi kepribadian yang bersifat subjektif, dinamik, menyatu, personal dan unik.
·         Diri kreatif memberikan arti pada kehidupan yaitu menciptakan tujuan dan sarana untuk mencapainya.

ASUMSI DASAR SIFAT MANUSIA ADLER
Freedom  Determinism.
·         Adler mempunyai komitmen yang kuat pada asumsi Freedom.
·         Setiap kepribadian individu sebagian besar karena kreasinya.
·         Penjelmaan asumsi freedom dalam sistem Adler yaitu Konsep Diri Kreatif.
·         Daya kreatif individu merupakan bagian yang vital dalam konstruksi superordinat tujuan fiktif dan gaya hidup.

Rationality  Irationality.
·         Secara nyata Adler cenderung ke arah rasional.
·         Kecenderungan ini sangat terbukti dalam konsepnya tentang Diri Yang Kreatif.
·         Daya kreatif manusia memungkinkan membayangkan tujuan-tujuan, membuat keputusan dan memilih berbagai rencana hidup sesuai dengan tujuan dan nilai mereka  pandangan ini memerlukan dasar rasional.
·         Konsep Adler tentang finalisme fiktif menunjukkan irational  Tujuan ini sebagian besar tidak di sadari  orang tidak menyadari tujuan semu atau pada akhirnya tujuan itu menjadi nyata dalam hidupnya.

Holism  Elementalism
·         Adler memiliki komitmen yang lengkap pada asumsi holisme  ini terbukti hampir pada setiap faset kerjanya.
·         Istilah “Psikologi Individual” menunjukkan konsep holistik tentang manusia sebagai kesatuan tunggal, tidak dapat dipecah, kebulatan diri dan menyatu.
·         Dan akhirnya kesatuan kepribadian dapat terlihat dalam tujuan akhir individu yang khas (unik), pengaruhnya terhadap arah dan gaya hidup seseorang.

Constitutionalism  Environmentalism
·         Menurut Adler, bukan hereditas dan bukan lingkungan sebagai faktor penentu. Keduanya hanya sebagai rencana dan pengaruh-pengaruh yang dijawab oleh individu dalam daya kreatifnya.
·         Adler berada pada posisi konstitusional  Environmentalisme → konstitusi dan lingkungan sebagai faktor dalam menyusun kepribadian → kedua faktor tidak berarti dengan adanya kenyataan Diri Kreatif.
·         Minat sosial dan perjuangan ke arah superioritas → di bawa dari lahir, dan perasaan inferior mempengaruihi perkembangan kepribadian, namun minat sosial berkembang dalam lingkungan sosial. Perjuangan kearah superioritas diaktualisasikan oleh masing-masing individu dalam caranya, dan pengaruh perasaan inferioritas terhadap perkembangan kepribadian tergantung bagaimana seseorang bereaksi terhadap kekurangan bawaan ini.

Changeability  Unchangeability
·         Adler berbeda dengan Freud tentang asumsi dasar sifat manusia, namun dalam asumsi Unchangeability mereka punya pandangan yang sama.
·         Lima tahun pertama dalam kehidupan secara mutlak membentuk kerpibadian dan secara mendasar kepribadian berubah sedikit atau tidak sama sekali setelah tahun-tahun pembentukan.
·         Konsep gaya hidup yang menunjukkan pada asumsi Unchangeability. Gaya hidup terbentuk sekitar usia 3  5 tahun dan sesudah itu mempengaruhi semua aspek tingkah laku manusia sesungguhnya. Melalui gaya hidup, orang melewati hari-hari perjuangan kearah superioritasnya. Dan selamanya.

Subjektivity  Objektivity
·         Adler secara total memiliki komitmen pada asumsi subjectivity
·         Subjectivity terutama dinyatakan dalam konsep Adler tentang finalisme fiktif  tujuan itu ada secara subjektif (dalam diri subjek) pada waktu kini sebagai keinginan/ cita-cita yang mempengaruhi tingkah laku.
·         Dalam psikologi Adler, satu dari segenap gaya hidup dibentuk dari keunikan individu  Tujuan subjektif.

Proactivity  Reactivity
·         Adler secara total memiliki komitmen pada asumsi proactivity.
·         Dalam teori Adler, tempat kedudukan (locus) dari penyebab tingkah laku selalu ditemukan dalam individu  terutama dalam orientasi ke depan dan semua perjuangan ke arah superioritas/ kesempurnaan.
·         Hanya satu dalih proaktif dalam konsep Adler dan kekuatan dinamis yang melatarbelakangi semua tingkah laku manusia adalah mencapai superioritas/ kesempurnaan.

Homeostatis  Heterostasis
·         Adler mempunyai komitmen yang kuat pada asumsi heterostasis.
·         Asumsi ini dapat dilihat dari konsep perjuangan ke arah superioritas/ kesempurnaan.
·         Heterostasis variasi Adler  seseorang digambarkan secara tetap berjuang ke arah superioritas/ kesempurnaan.
·         Karena perasaan inferioritas (bayi dan kanak-kanak) maka orang akan bertumbuh ke arah untuk mengompensasikan potensial-potensial yang lemah  sebagai perjuangan untuk mencapai superior (perjuangan ke arah superioritas, gaya hidup dan finalisme fiktif berakar pada perasaan inferioritas yang lebih awal)

Knowability  Unknowability
·         Adler secara jelas cenderung pada asumsi Unknowability.
·         Adler dipengaruhi oleh filsafat “seakan-akan”, yang menyebabkan Adler disebut “Idealistic Positivism”  suatu istilah untuk tujuan kita yang dapat dimengerti dengan baik dalam artian susunan ide (cita-cita) yang semu, yang berlawanan dengan realitas, memiliki nilai praktis yang besar dan tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia.

PENERAPAN TEORI ADLER
·         Dalam penyembuhan neurosis.

SUMBANGAN TEORI ADLER
·         Untuk lebih memahami tingkah laku manusia.
·         Dalam praktek pendidikan.
·         Pendekatan secara psikologi sosial.

KRITIK TERHADAP TEORI ADLER
·         Kehidupan jiwa di anggap terlampau sederhana
·         Arti dasar dan keturunan dipandang sangat kecil, dan pengaruh lingkungan di nilai berlebihan.

Posisi Adler dalam anggapan-anggapan tentang sifat manusia.









Freedom







Determinism
Rationality







Irrationality
Holism







Elementalism
Constitutional







Environmentalism
Changeability







Unchangeability
Subjectivity







Objectivity
Proactivity







Reactivity
Homeostasis







Heterostasis
Knowability







Unknowability



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...