Panduan Rawat Jalan Bagi Keluarga Pasien Dengan Gangguan Jiwa Berat


PENDAHULUAN
Pasien dengan gangguan jiwa berat, sering gagal disembuhkan, bahkan sering bertambah berat gangguannya, hal ini sering disebabkan oleh ketidaktahuan keluarganya dalam merawat orang yang terganggu tersebut, selama menjalani rawat jalan.
Sewaktu pasien gangguan jiwa berat menjalani rawat jalan, peran anggota keluarga sangat diperlukan bagi kesembuhan pasien. Selain itu, peran tenaga medis juga masih diperlukan sewaktu pasien control ke poliklinik kesehatan jiwa.
Masalah utama yang sering muncul ialah ketidaktahuan keluarga pasien, tentang merawat orang yang menderita gangguan jiwa berat di rumah. Anggota keluarga tidak memiliki pengetahuan tentang apa itu gangguan jiwa berat, bagaimana cara memperlakukannya atau menghadapinya, bagaimana cara memberikan obat secara benar, tentang efek samping obat yang diberikan tenaga medis, tanda-tanda akan kambuh atau penyakitnya akan memberat, kegiatan-kegiatan apa saja yang perlu diberikan kepada pasien untuk mempercepat kesembuhannya, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perawatan pasien di rumah.
Tulisan ini dibuat sebagai panduan bagi keluarga, yang mempunyai anggota keluarga penderita gangguan jiwa berat, yang sedang menjalani rawat jalan, agar keluarga dapat merawatnya dengan benar, sehingga pasien dapat sembuh secara optimal.
GANGGUAN JIWA BERAT
Gangguan jiwa berat ialah gangguan jiwa yang secara umum memiliki tanda-tanda :
·         Pasien tidak menyadari tentang keadaan dirinya yang sesungguhnya (misalnya : pasien merasa dirinya adalah seorang dokter, padahal dia bukan seorang dokter).
·         Pasien tidak menyadari tentang lingkungannya yang sesungguhnya (misalnya : pasien merasa bahwa tetangganya akan membunuhnya, padahal tidak).
·         Pasien tidak bias berhubungan secara normal dengan lingkungannya (misalnya : berbicara dengan orang tuanya dengan tidak sopan atau kasar, padahal sebelumnya ia sangat sopan dan hormat kepada orang tuanya).
·         Pasien tidak bisa lagi terkontrol ole norma-norma atau etika yang berlaku bagi lingkungannya (misalnya : telanjang di muka umum).
PENGOBATAN PASIEN
Pengobatan pasien dengan gangguan jiwa berat, bisa rawat inap di rumah sakit, bias rawat jalan di poliklinik kesehatan jiwa. Tenaga medis akan memberitahukan kepada keluarga pasien, apakah pasien tersebut perlu dirawat inap atau rawat jalan.
Rawat Inap
Diperuntungkan bagi pasien yang :
·         Membahayakan dirinya atau lingkungan, misalnya ngamuk, memukul, merusak.
·         Menelantarkan diri, misalnya tidak mau atau menolak makan dan minum, sehingga berbahaya bagi kelangsungan hidupnya.
·         Ada gagasan bunuh diri atau membunuh.

Rawat Jalan
Diperuntukkan bagi pasien yang :
·         Sudah tidak membahayakan dirinya atau lingkungannya.
·         Sudah mau makan dan minum sendiri.
·         Sudah tidak ada gagasan bunuh diri atau membunuh.

PANDUAN RAWAT JALAN
Peran anggota keluarga sangat menentukan bagi kelangsungan kesembuhan pasien gangguan jiwa berat. Oleh sebab itu anggota keluarga perlu mengetahui beberapa hal penting tentang rawat jalan.
Keadaan pasien setelah rawat inap
Seandainya pasien baru menjalani rawat inap, waktu dipulangkan bukan berarti pasien sudah sembuh seratus persen. Pasien tersebut hanya kelihatan sembuh atau lebih baik, tetapi masih minum obat. Pasien baru bisa dikatakan sembuh seratus persen atau sembuh sempurna, apabila tanpa minum obat penyakitnya tidak muncul. Oleh sebab itu pengobatan masih harus dilanjutkan dengan rawat jalan.
Manfaat rawat jalan
Setelah diperiksa oleh dokter di poliklinik kesehatan jiwa  (waktu berobat jalan) dokter bisa.
·         Menurunkan dosis obat secara bertahap, apabila keadaan jiwa pasien membaik.
·         Meningkatkan dosis obat apabila keadaan jiwa pasien bertambah jelek setelah dirawat keluarganya di rumah.
·         Mengganti obat, apabila ternyata obat yang selama ini diminum kurang berhasil meningkatkan kesembuhan pasien.
·         Menyarankan agar pasien dirawat inapkan lagi, apabila penyakit pasien tersebut diduga akan kambuh.
·         Mengatasi efek samping dari obat-obat yang diberikan, apabila ditemukan pada saat control.
Tanda-tanda pasien akan kambuh penyakitnya
·         Pasien mulai menolak atau tidak mau minum obat secara teratur, seperti yang disarankan dokter.
·         Pasien mulai sering sukar tidur.
·         Pasien mulai kelihatan bingung, mondar-mandir.
·         Pasien mulai malas makan dan minum.
·         Pasien mulai kelihatan lebih malas, tidak mau mengerjakan sesuatu, tidak mau bekerja dan tidak mau bergaul.
·         Pasien mulai kelihatan banyak diam atau jarang mau menjawab pertanyaan.

Segeralah control apabila terdapat tanda-tanda di atas.
Efek samping obat
Keluarga pasien perlu mengetahui, bahwa obat yang diberikan dokter bisa menimbulkan efek samping, dimana efek samping tersebut sering membuat keluarga kawatir. Efek samping yang sering terjadi ialah :
·         Pasien menjadi gemetaran, terutama tangannya, kalau sedang diam.
·         Gerakan menjadi kaku, sehingga pasien kelihatan seperti robot.
·         Bola mata selalu ingin melirik ke atas, tanpa bisa ditahan oleh pasien.
·         Kepala ingin selalu menoleh ke kiri atau ke kanan, tanpa bisa ditahan oleh pasien.
·         Badan selalu ingin memutar ke kanaka tau ke kiri, tanpa bisa ditahan oleh pasien.
·         Badan menjadi panas, banyak keringkat, dan otot-otot menjadi kaku.
·         Pasien menjadi sukar duduk lama, selalu ingin berjalan-jalan.
·         Mulut komat-kamit, kadang-kadang lidah menjulur keluar.

Apabila keluarga menjumpai efek samping di atas, disarankan tidak perlu khawatir, karena efek samping tersebut tidak berbahaya. Segeralah control ke poliklinik kesehatan jiwa, dan dokter akan segera bias mengatasinya.
Pemberian obat pada pasien
·         Obat yang diberikan waktu rawat jalan, harus diminum sesuai petunjuk dokter. Sebaliknya salah satu anggota keluarga secara rutin dan teratur memberikan obat tersebut kepada pasien. Obat-obat jangan diberikan semuanya kepada pasien untuk menghindari penyalahgunaan (misalnya obat-obat diminum sekaligus, karena kondisi jiwa pasien belum normal).
·         Dosis obat jangan dirubah-rubah. Hendaknya diberikan sesuai dengan petunjuk dokter (misal, obat yang diminum sehari tiga kali, jangan diberikan dua kali).
·         Pada saat memberikan obat hendaknya ditunggu sampai obat betul-betul masuk ke dalam perut. Sering obat hanya disimpan di dalam mulut dan kalau tidak di awasi, obat akan dimuntahkan lagi.
·         Kalau pasien menolak minum obat, segeralah control ke poliklinik kesehatan jiwa, agar oleh dokter dapat diberikan obat suntik yang sesuai (sekali suntik bias untuk 1 bulan).

Terapi kerja
Pasien gangguan jiwa berat, hendaknya jangan dibiarkan menganggur, sebab menganggur akan memperberat penyakitnya atau bias memperlambat penyembuhan. Pekerjaan-pekerjaan yang perlu diberikan pada pasien gangguan jiwa berat hendaknya pekerjaan-pekerjaan yang tidak terlalu membebani pikirannya dan tidak terlalu bahaya, sebab kalu terlalu berat berfikir pasien akan mudah kambuh dari sakitnya. Contoh-contoh pekerjaan yang tidak terlalu membebani pikiran ialah menyulam, membersihkan rumah, membantu memasak, mencuci pakaian. Hindari pekerjaan-pekerjaan yang terlalu berbahaya, mislanya hubungan dengan api, listrik, bekerja di tempat yang tinggi, bekerja menggunakan alat-alat yang tajam.
Olah raga
Olah raga penting untuk mempercepat kesembuhan pasien. Disamping itu, olah raga kelompok, seperti sepak bola, volley, tenis meja dapat membantu meningkatkan pasien kemaun pasien bergaul dengan teman-temannya
Pergaulan
Pasien hendaknya didorong untuk bergaul, sebab pergaulan (yang baik) dapat mempercepat kesembuhan. Pasien jangan dikurung di rumah terus, sebab hal itu tidak membantu kesembuhan. Biarkan pasien mengikuti kegiatan social, kegiatan keagamaan, dll.
Kuliah sekolah dan kursus
Bagi yang sedang kuliah atau sekolah, setelah diijinkan oleh dokter karena dianggap sudah cukup bak kesehatannya, dapt kembali mengikuti atau melanjutkan kuliah atau sekolahnya. Bagi yang sudah tidak kuliah atau sekolah, boleh diikutkan kursus-kursus
Penutup
Semoga sedikit informasi  di atas ini bias bermanfaat bagi keluarga, agar keluarga dapat merawat pasien gangguan jiwa berat di rumah secara baik dan benar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...