Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya jangan lupa follow :
1. Instagram saya : https://www.instagram.com/jeffy_louis_xiii/
2. Youtube saya : https://www.youtube.com/channel/UCPP1vMvrF-dCcLYyko1Prqw?view_as=subscriber
1. PENGERTIAN TIC
Tic adalah gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot khas tertentu) yang tidak dibawahi pengendalian, berlangsung cepat, dan berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vokal yang timbul mendadak dan tidak ada tujuannya yang nyata.
Ciri khas terpenting yang membedakan “ TIC “ dari gangguan motorik lainnya ialah gerakan yang mendadak, cepat, sekejap dan terbatasnya gerakan tanpa bukti gangguan neurologis yang mendasari.
Tic merupakan bagian dari gangguan kecemasan, dimana adanya gerakan motorik atau vokalisasi involunter, tiba-tiba, tidak berirama dan mengatakan stereotipik ( Kaplan & Shadock 1997 ). Sedangkan menurut Maramis, 1998 mengatakan bahwa Tic adalah gerakan, pengeluaran suara atau sensai panca indera yang singkat dan tak berkehendak. Tic termasuk gangguan psikomotorik, sekejap dan berkali-kali mengenai sekelompok otot atau bagian yang relative kecil.
Tic dapat berupa peristiwa tunggal atau multiple, sederhana atau kompleks, sejenak atau kerangka panjang. Gangguan Tourette ditandai oleh campuran dari Tic motor dan vocal. Awalnya pada masa kanak-kanak. Tic biasanya tidak sampai menghambat pekerjaan seseorang, tetapi akan menjadi berarti bila tampak orang lain dan menimbulkan komentar atau keingintahuan mereka. Kadang Tic khusus (spesifik) cukup menganggu atau berakibat komplikasi ortopedik dan dematologi.
Gangguan Tic sebagai satu kelompok adalah :
· Involunter.
· Cepat, singkat, mendadak.
· Berulang, timbul hilang, dan stereotipik.
· Non ritmik, terjadi interval tak menentu.
· Tak bertujuan, dan begitu saja tanpa akibat lain.
· Tak dapat dilawan tapi dapat di tekan untuk beberapa waktu bila dibutuhkan.
Tic motorik yang sederhana, seperti gerakan mata dan kepal merupakan gejala awal. Tic motorik yang kompleks termasuk memukul diri sendiri, meloncat, menyentuh dan mencolek bagian tubuh sendiri atau orang lain, dan terdapat ekopraksia (mengulang gerakan orang lain). Tic vocal yang sederhana merupakan suatu yang tidak jelas, seperti suara dehem membersihkan lendir yang ada di tenggorokan, menggeram, batuk, menggorong seperti anjing, suara melenting tinggi dalam pengucapan satu kata (word accentuation) dalam kalimat seolah mau menkelaskan. Tic vocal yang kompleks berentang dari kata tunggal saja hingga banyak kalimat. Kompeolalia (pengucapan kata kotor yang involunter atau di masyarakat lazim atau tak dapat diterima merupakan suatu hal yang dramatik) tetapi tidak khas, terjadi pada kurang lebih 20% dari pasien Tic. Tic sensorik merupakan perasaan berat, kosong, tergelitik, dingin, panas, atau sensasi lain pada kulit, tulng otot atau sendi.
Tic dapat ditekan untuk tidak dapat muncul beberapa saat saja. Gejalanya akan berubah dalam bentuk dan terarah beratnya dengan berjalannya waktu. Faktor psikososial mungkin tidak terlalu berarti dalam perkembangan gangguan tic itu sendiri.
Tic dapat dibedakan dari kompulsi karina tic biasanya involunter sedangkan kompulsi terdapat komponen kehenda, walau dorongan untuk menggerakkan perilaku kompulsifnya itu dirasakan amat mendesan. Tic motorik sederhana tidak ditemukan perubahan potensial listrik pada saat pergerakan sebagaimana ditemukan pada gerakan involunter.
Studi tentang riwayat keluarga menunjukkan adanya kaitan antara Tic sederhana, gangguan teurotte, gangguan obsesif – kompulsif, tetapi kondisi komorbid yang pasti ialah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (attention – deficit hyperactivity disorder, ADHD) Riwayat adanya tremor dan gerakan involunter lain harus dicatat.
2. MACAM-MACAM GANGGUAN TIC
1) Gangguan “ Tic “ Motoril atau Vokal Kronik
Umumnya memenuhi kriteria untuk suatu gangguan “ Tic “ motorik atau vokal (namun bukan kedua-keduannya) dan berlangsung selama lebih dari setahun. “ Tic “ dapat tunggal atau multiple (tetapi lebih sering bersifat multiple).
2) Gangguan Campuran “ Tic “ Motorik dan Vokal Multiple
“ Tic “ motorik multiple dengan satu atau beberapa “ Tic “ vokal, yang tidak harus timbul secara serentak dan dalam riwayatnya hilang timbul.
Onset hampir selalu pada masa kanak atau remaja. Lazimnya aad riwayat “ Tic “ motorik sebelum timbulnya “ Tic “ vokal, sindrom ini sering memburuk pada usia remaja dan lazim pula menetap sampai usia dewasa.
“ Tic “ vokal sering bersifat multiple dengan letupan vokalisasi yang berulang-ulang, seperti suara mendehem, bunyi ngorok, dan ada kalanya diucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat cabul. Ada kalanya diiringi gerakan isyarat ekopraksia, yang dapat juga bersifat cabul (copropraxia). Seperti juga pada “ Tic “ motorik, “ Tic “ vokal mungkin ditekan dengan kemauan untuk jangka waktu singkat, bertambah parah karena stress dan berhenti saat tidur.
3. KARAKTERISTIK TINGKAH LAKU TIC :
a) Merupakan aktifitas yang disadari, hanya berlangsung pada saat tidak tidur.
b) Ada kecenderungan yang kuat untuk melakukan kebiasaan tersebut.
c) Orang menghayati kenikmatan ketika melakukan dan merasakan lega atau puas ketika melakukannya.
d) Jika terganggu perbuatan Tic itu akan berkurang kualitasnya dan gradesinya.
4. PENYEBAB TIC :
· Ada pengalaman yang menakutkan dan menimbulkan panic, ada trauma mental dan shock emosional, lalu berusaha meredusi dan menghilangkan pengalaman yang pahit tersebut dengan melakukan Tic.
· Beberapa iritasi organis dan stimulus lingkungan tertentu dan terjadi pengulangan tingkah laku tersebut maka timbul pola kebiasaan.
· Ada ide-ide tertentu yang menyebabkan orang mengadakan peniruan, kemudian imitasi ini menjadi kuat dan mendominir satu kelompok dan syaraf, ide itu jadi kebiasaan.
· Jadi symbol nafsu atau keinginan yang ditekan atau jadi symptom dari ketidakstabilan emosional.
Contoh Tic :
a. Tic otot : Kerdipan mata, sentakan leher, mngangkat bahu, seringai wajah.
b. Tic vocal : Membersihkan tenggorokan, menghirup, mendengus, batuk.
c. Tic motorik Kompleks : Meloncat perilaku berdandan.
d. Tic vocal Kompleks : Koprolalia (pemakaian kata), patilalia (pengulangan kata ), ekolalia (pengulangan satu kata terakhir yang dengan dari orang lain).
Tic Motorik yang paling sering adalah :
· Menaikan alis.
· Mengerdipkan kelopak mata.
· Menggerutkan mulut.
· Mengigit bibir.
· Mengeluarkan lidah.
· Memutar-mutar leher.
· Menyentakan tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar