KLEPTOMANIA
1. Definisi Kleptomania
a) Kegagalan rekuren untuk menahan impuls untuk mencuri barang-barang yang tidak diperlukan untuk pemakaian pribadi atau yang memiliki arti ekonomi, benda-benda yang diambil sering kali dibuang, dikembalikan secara rahasia, atau disembunyikan. Orang kleptomania mungkin merasa marah atau balas dendam, mereka juga tidak mempertimbangkan kemungkinan penangkapan meskipun penahanan yang berulang menyebabkan penderitaan dan rasa malu. (Kaplan dan Sadock, 1997 : 224)
b) Orang dengan klpetomania tidak mencuri untuk alasan ekonomis. Barang-barang yang mereka curi pada umumnya bukanlah barang barang yang mereka butuhkan karena bukan barang tersebut yang menjadi sasaran mereka melainkan tindakan mencuri itu sendirilah yang merupakan sasaran. (Kaplan dan Sadock, 1997). Mereka mencuri tidak direncanakan dan tidak melibatkan orang lain.
c) Gangguan yang ditandai oleh kegagalan menahan dorongan yang berulang untuk mencuri sesuatu yang tidak menghasilkan uang. Barang itu kemudian dibuang, diberikan kepada orang lain atau dikumpulkan. (PPDGJ III, 1993)
2. Etiologi
a) Faktor Psikodinamika
Gejala kleptomania cenderung tampak atau terjadi saat stress yang bermakna (kehilangan, perpisahan, akhir hubungan yang berarti). Kleptomania juga terjadi karena sering terjadi pencurian pada masa anak dan remaja, dimana hal tersebut dilakukan karena :
· Sebagai cara untuk memulihkan hubungan antara anak dan ibu yang hilang.
· Sebagaitindakan agresif.
· Sebagai pertahanan rasa takut dilukai.
· Sebagai cara pemulihan atau penambahan harga diri.
· Sebagai reaksi terhadap rahasia keluarga.
· Sebagai rangsangan terhadap rahasia keluarga.
b) Faktor Biologis
Terjadi karena penyakit otak DNA retardasi mental (dimana ditemukan keadaan neurologis fokal, atropi otak kortikal dan pembebasan vertikal lateral serta gangguan metabolisme monoamin khususnya serotonia).
3. Kriteria Diagnostik
Adapun kriteria diagnostik dari kleptomania, antara lain :
1) Kegagalan berulang dalam menerima impuls untuk mencuri benda-benda yang tidak diperlukan untuk keperluan pribadi atau untuk menilai uangnya.
2) Meningkatkan rasa ketegangan segera sebelum melakukan pencurian.
3) Rasa senang, puas atau lega pada saat bersamaan dengan melakukan pencurian.
4) Mencuri tidak dilakukan untuk mengekspresikan kemarahan atau balas dendam dan bukan sebagai respon suatu halusinasi.
5) Mencuri tidak dapat diterangkan lebih baik dari gangguan konduksi, episode manik atau gangguan kepribadian anti sosial. Penderita kleptomania mungkin juga mengalami penderitaan tentang kemungkinan depresi dan cemas. Mereka juga merasa bersalah, malu dan terhina karena perilaku mereka, juga memiliki masalah serius denan interpersonal dan sering kali (walaupun tidak selalu) menunjukkan tanda kepribadian. (Kaplan, 1997 : 225)
6) Diagnosa Banding
Ciri patologis harus dibedakan dari :
a) Pencurian berulang ditoko tanpa manifestasi gangguan psikiatrik, dimana aksinya direncanakan lebih hati-hati dan terdapat motif keuntungan pribadi yang jelas (2. 03. 2, obs. Untuk dugaan adanya gangguan jiwa).
b) Gangguan mental organik (F00-F09); dengan berulang kali gagal untuk membayar barang belanjaan yang disebabkan ingatanyang buruk dan adanya deteriosasi intelektual lainnya.
c) Gangguan depresi dengan pencurian 9F30-F33), beberapa individu yang depresi melakukan pencurian dan mungkin akan tetap mengulanginya selama gangguan depresi tetap ada (PPDGJ III, 1993 : 278).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar