Tips dan Cara Terapi Attention Deficit Hiperaktifity Disorder (ADHD) untuk Perkembangan Anak

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya jangan lupa follow :
1. Instagram saya : https://www.instagram.com/jeffy_louis_xiii/
2. Youtube saya : https://www.youtube.com/channel/UCPP1vMvrF-dCcLYyko1Prqw?view_as=subscriber


PENDAHULUAN
Deteksi dini anak bermasalah harus dapat dilakukan sedini mungkin, agar segera mendapatkan bantuan untuk mengurangi atau menghilangkan masalahnya. Sementara banyak orang awam, khususnya orang tua berpendapat, bahwa masalah yang terjadi pada anak bisa berkurang, bahkan hilang sendiridengan perjalanan waktu, seiring dengan bertambahnya usia anak. Keadaan inilah yang sering menyebabkan penanggulangan anak bremasalah menjadi terlambat, dan bahkan bisa jadi akan memperparah masalah yang terjadi pada anak tersebut.
Pada dasarnya anak bermasalah merupakan anak yang mengalami gangguan jiwa. Deteksi gangguan tersebut menjadi terlambat, oleh karena gejala gangguan yang terjadi sering dipersepsi salah. Baik salah dalam diagnosis maupun salah dalam menilai beratringannya gangguan. 
Pada makalah ini akan dibahas 4 macam gangguan yang sering dipersepsi keliru. Gangguan tersebut adalah:
1.      Gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH).
Sering disebut Attention Deficit Hiperaktivity Disorder (ADHD).
2.      Gangguan tingkah laku (GTL).
3.      Autisme Infantil 
4.      Terlambat Bicara (Keterlambatan Komunikasi).
Pada makalah ini lebih menekankan pada deteksi, dengan harapan untuk menghindari atau memperkecil kekeliruan atau kesalahan deteksi. 
Dalam mendeteksi secara dini, kesulitan yang terjadi oleh karena adanya kesamaan-kesanmaan disamping juga perbedaan-perbedaan. Dalam makalah ini disajikan kesamaan dan perbedaan dari gangguan tersebut diatas. 

GANGGUAN PEMUTUSAN PERHATIAN (HIPERAKTIVITAS)        
            Gangguan pemusatan perhatian (hiperaktivitas) -disingkat GPP/H - adalah gangguan perilaku yang sering terjadi pada anak. Gangguan ini ditandai dengan adanya gejala ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatianya pada sesuatu yang dihadapi, sehingga rentang perhatiannya sangat buruk atau sangat singkat waktunya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusianya. Gejala lain yang menyertai adalah adanya tingkah laku yang hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. Gangguan ini dapat menimbulkan akibat buruk yang menghambat perkembangan anak, baik dalam perkembangan kognitif, emosi, perilaku, sosialisasi maupun komunikasi. 
            Gangguan ini dapat terjadi sejak dari usia bayi sampai 12 tahun. Sering didapatkan pada anak-nak usia sekolah. Prevalensinya antara 2-5 %, dengan perbandingan anak laki-laki dan perempuan 3:1.
            GPP/H mempunyai gambaran klinis yang bersifat spektrum, artinya dari gejala yang paling ringan sampai gejala yang paling berat. Demikian pula gambaran klinis yang ditampilkan berbeda-beda untuk tiap anak. Perbedaaan ini dapat diakibatkan oleh karena usia anak, usia onset dari gangguan dan juga beratringannya gangguan.  
            Pada usia bayi, akan nampak bayi sangat sensitif terhadap suara, cahaya, temperatur dan perubahan lingkungan. Bayi akan menjadi mudah rewel, aktif di tempat tidur, tidurnya sedikit dan sering menangis. Orang tua, terutama ibunya akan mengeluh bahwa bayinya sangat sulit dalam perawatannya (difficult child).
Akan tetapi ada pula bayi-bayi yang menampakkan gejala tenang, sulit untuk menyusu, lemah, banyak tidur dan perkembangannya terlambat. 
Pada anak-anak pra sekolah, tampak kurang konsentrasi, aktivitas berlebihan dan tidak dapat diam. Sehingga anak memerlukan pengawasan dari pengasuh atau gurunya yang berlebih dibandingkan anak lain yang normal. Anak tidak mampu untuk menunggu giliran, apabila ada kegiatan yang memerlukan giliran. Anak dalam bermain tidak pernah selesai dengan baik, dan ada kecenderungan untuk ganti-ganti mainan. Emosinya sangat sensitif, sehingga mudah marah dan meledak kemarahannya. Oleh karena tingkah lakunya yang hiperaktif, maka anak sangat rentan untuk terjadinya kecelakaan.
Pada anak usia sekolah, nampak perilaku agresif, khususnya terhadap teman-teman bermainnya. Perilaku menentang terhadap guru dan temannya juga bisa terjadi. Akibatnya, disekolah anak akan mengalami kesulitan dalam belajar dan bergaul dengan teman-teman sebaya.
Para orang tua sering mengalami kesulitan dalam mengasuh anak dan mengeluhkan tentang anaknya tersebut antara lain:
1.      Hiperaktivitas
2.      Gangguan motorik perseptual.
3.      Labilitas emosi.
4.      Kesulitan koordinasi motorik. 
5.      Kurang konsentrasi.
6.      Impulsivitas.
7.      Gangguan daya ingat dan cara berpikir. 
8.      kesulitan belajar, khususnya yang membutuhkan konsentrasi yang penuh.
9.      terlambat bicara atau kurang pendengaran.
Apabila sebelumnya anak sudah diperiksa oleh dokter (neurologi) akan dilaporkan adaya tanda-tanda neurologi samar, dan disfungsi pada EEG.    
Perjalanan dari gangguan ini bisa hilang sendiri sebelum usia 12 tahun. Pada umumnya akan mengakibatkan terjadinya keterlambatan perkembangan anak dalam beberapa aspek perkembangan. Bisa juga gangguan ini menetap sampai dewasa dengan tetap ada gejala-gejala sisa. Bisa juga merupakan dasar untuk terjadinya gangguan kepribadian anti sosial pada masa dewasa. 
Oleh karena pada GPP/H sering terjadi perubahan perilaku, maka diagnosis banding yang paling utama adalah Gangguan Tingkah Laku (Conduct Disorder). Demikian pula karena sering ada keterlambatan atau gangguan dalam komunikasi maka diagnosis banding yang lain adalah Autisme Infantil.

GANGGUAN TINGKAH LAKU 
            Gangguan tingkah laku (GTL) atau kenakalan pada anak mempunyai gambaran yang mirip dengan GPP/H, terutama dalam penyimpangan perilaku anak. Pada GTL penyimpangan perilaku tersebut dapat berbentuk:
1.      Merugikan diri sendiri. 
2.      Merugikan orang lain.
3.      Dilakukan sendiri.
4.      Dilakukan berkelompok dengan anak lain. 
Penyimpangan perilaku pada GTL mempunyai jenis-jenis yang tergolong berat, antara lain:
1.      Mencuri (di luar rumah).
2.      Merusak barang.
3.      Berbohong.
4.      Melarikan diri dari rumah.
5.      Menganiaya binatang. 
6.      Kekerasan seksual.
7.      Suka bermain api.
8.      Tindakan-tindakan provokatif.
9.      Suka menentang aturan yang dibuat orang dewasa.
10.  Mudah marah, bila marah meledak-ledak sampai disertai tindakan berbahaya. 
11.  Sering melakukan sabotase.
Ada beberapa persaaman penyimpangan perilaku yang sering muncul pada anak GPP/H dan GTL:
1.      Adanya vitas yang berlebihan. 
2.      Adanya sikap menentang terhadap aturan.
3.      Keras kepada yang sulit ditaklukkan.
4.      Tidak patuh terhadap aturan yang ada di rumah maupun di sekolah.
5.      Suka memukul, melukai sampai tindakan kekerasan dalam bersosialisasi dengan teman sebaya.
6.      Tidak merasa melakukan kesalahan setelah melakukan tindakan yang menyimpang.
7.      Tidak menyesal dengan tindakannya sendiri.
8.      Tidak disiplin dengan kegiatan sehari-hari.
9.      Suka ngambek bila keinginannya tidak dipenuhi.
10.  Memerlukan pengawasan yang berlebih dibandingkan anak lain.    
 Disamping ada persamaan seperti tersebut diatas, ada pula perbedaan yang bisa diamati:
1.      Kemampuan konsentrasi 
GTL    : masih mampu berkonsentrasi dengan baik, terutama pada kegiatan-kegiatan yang disukai. Misal: nonton TV, bermain play station, menggambar.
GPP     : tak mampu berkonsentrasi/kemampuan konsentrasinya terbatas. 
2.      Tujuan Aktivitas
GTL    : jelas tujuannya dan runtut.
GPP     : tidak dipikir, impulsivitas.
3.      Lama Aktivitas
GTL    : bila terlalu lama bisa kelelahan.
GPP     : tahan lama, tida pernah kelelahan, seperti dorongan mesin.
4.      Sosialisasi
GTL    : bisa diterima oleh teman-temannya dan bisa memimpin.
GPP     : tidak dapat diterima oleh teman-temannya dan tak dapat memimpin.
5.      Kondisi Tidur
GTL    : sering mengigau, berteriak dan jalan-jalan waktu tidur.
GPP     : posisi tidur sering berubah, sering jatuh sehingga perlu diamankan.
6.      Patoligi Otak
GTL    : kondisi otak normal.
GPP     : mielinisasi akson tak sempurna.
7.      Arah Perkembangan Perilaku
GTL    : penyimpangan.
GPP     : mengalami keterlambatan.
8.      Terapi
GTL    : terapi bermain dan terapi keluarga.


GPP     : terapi medikamentosa, terapi bermain dan terapi keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...