Pengertian dan Penjelasan Hubungan Intim ditinjau dari Ilmu Psikologi

HUBUNGAN INTIM (INTIMACY RELATION)
Konsekuensi lanjutan dari interaksi sosial, kemudian timbul atraksi, akhirnya   hubungan intim.
Atraksi  suatu persepsi terhadap seseorang, sebagai akibat dari hubungan interpersonal, di mana penilaian ini dapat diekspresikan melalui suatu dimensi, mulai dari strong liking sampai dengan strong dislike. 
Hubungan sosial menjadi khusus, mengerucut pada bebe-rapa orang saja (terbatas). Sifat keterbukaan seseorang, tidak menghalangi orang tersebut untuk memiliki hubungan khusus kepada orang tertentu. 
Orang-orang tertentu tersebut menjadi terasa dekat dan istimewa dibandingkan orang lain. Orang-orang tersebut menjadi bagian dalam dirinya, ruang bagi seluruh makna psikologis (emosional) bagi orang lain. 
Ini juga menjadi batas kemampuan emosional (cinta, kasih sayang) seseorang. Tidak bisa semua orang disayangi (dicintai), tidak bisa juga semua orang dibenci.
BENTUK HUBUNGAN INTIM
Ø  Persaudaraan     ikatan sedarah, keluarga, saudara
Ø  Persahabatan      teman dekat
Ø  Percintaan           pacaran, perkawinan 

Persaudaraan
Dasar hubungan:
Berawal dari ikatan darah dan keturunan, membentuk interaksi sosial intensif, karena fisik, kesamaan tempat. Muncul dari konsekuensi interaksi, proximitas, keakraban dan kesamaan.
Mencakup 
Orang tua anak (keluarga kecil atau besar), saudara sekandung (kakak-adik).
Hubungan Kakak - Adik 
Ø  80% saudara sekandung hidup bersama dalam satu rumah.
Ø  Segala hubungan terjadi: keakraban, kedekatan dan interaksi.
Ø  Ketika anak-anak, dekat, mulai renggang saat beranjak dewasa. 


Penelitian Rosenthal (1992):
Hubungan Kakak - Adik 
Keintiman ketika dewasa lebih sering terjadi pada saudara se-kandung dengan perbedaan kurang dari lima tahun.
Lebih intim sesama saudara perempuan daripada sesama laki-laki.
Saudara perempuan dan laki-laki lebih intim dibandingkan dengan sesama lelaki.
Hubungan Orang Tua - Anak 
Ø  Terhadap anak yg masih kecil, hubungan ini tidak ada masalah.
Ø  Terhadap anaknya yang sudah remaja, orang tua mulai ada rasa khawatir, jika anaknya menolak atau membenci. Remaja itu sendiri tetap merasa dekat dan tidak ada penolakan terhadap orang tuanya.
Ø  Dalam diri remaja mulai merasa kurang tergantung pada orang tuanya. 
Ditinjau dari sudut pandang anak, ada dua komponen kasih sayang orang tua, yakni, “daya tarik terhadap orang tua” dan “kebaikan” (yang menunjukkan sebagai sifat-sifat yang baik).
Daya tarik terhadap orang tua (sumber yang membuat anak merasa diberi kasih sayang),  mencakup:
Ø  Kekaguman
Ø  Perlindungan
Ø  Kepercayaan
Ø  Kedekatan emosional
Kebaikan (sifat-sifat orang tua yang baik, yang cenderung dipersepsi anak sebagai curahan kasih sayang kepadanya), mencakup:
o   Adil 
o   Murah hati 
o   Bijaksana 
o   Sederhana
Hubungan Cucu  - Kakek /Nenek 
Tidak sedikit cucu merasa dekat pada kakek-nenek, melebihi kedekatan dengan orang tuanya, lebih merasa disayang.
·         Dalam kasus perceraian orang tua, sering kali kakek-nenek menjadi tumpuan penyelesaian persoalan keluarga tersebut.

Persahabatan
·         Umumnya berdasar atas persamaan, terutama persamaan usia (sebaya): jenis kelamin, pekerjaan, interes.
·         Hubungan ini lebih dari sekedar teman, dengan interaksi yang lebih intensif dan lebih sering.
·         Tidak harus berbentuk pasangan-pasangan, tetapi bisa lebih dari dua orang (berkelompok). 
·         Ada sifat terbuka, meskipun terbatas pada orang-orang ter-tentu saja.
·         Keintiman persahabatan tidak terpengaruh oleh hubungan dekat sabahatnya dengan orang lain (tidak ada cemburu).
·         Biasanya ditandai dengan:
o   Sering bertemu atau bersama.
o   Merasa saling tergantung.
o   Merasa ingin membantu yang lain.
o   Merasa bebas dalam membuka diri, termasuk menyatakan/ mengekspresikan emosi.

Percintaan
·         Keintimannya mirip dengan persahabatan, karena tanda-tanda interaktifnya hampir sama. 
·         Dalam hal-hal tertentu, persahabatan dan percintaan sama, sehingga ada ungkapan “percintaan adalah persahabatan plus”. 
·         Persahabatan antara seorang pria dan seorang wanita ber-ubah menjadi percintaan jika dua individu itu merasa sebagai pasangan potensial seksual.
·         Cinta berpengertian sempit, seperti asal katanya (love), muatan unsur seksual lebih dominan.  
·         Ada fall in love, jatuh dalam cinta, tetapi tidak pernah ada jatuh dalam persahabatan. Maknanya, cinta itu dapat datang secara tiba-tiba dan tanpa dikehendaki (tidak sengaja). Sebabnya: ada perbedaan mendasar antara persahabatan dan percintaan.

Persahabatan
Percintaan
Keakraban dan persamaan
Keinginan dan harapan
Bisa berubah menjadi percintaan
Sulit menjadi sahabat
Jarang tidak mendapat balasan
Banyak yang tidak membalas

PENELITIAN
Bringke & Wirnick (1992): 
Dengan menggunakan sampel 400 orang, menemukan bahwa: 60% cinta mereka tidak dibalas; cinta tidak dibalas itu terjadi sekali dalam dua tahun terakhir; orang yang dicintainya itu (yang menolak) dipandang menjengkelkan.
Dua cara datangnya cinta:
·         Persahabatan, terjadi perubahan yang tidak terasa.
·         Tiba-tiba, mendadak, langsung merasa jatuh cinta: passionate love.
Ciri-ciri passionate love:
·         Menggebu-gebu; asyik dengan pasangannya; ingin selalu ber- dekatan; objek cinta dipandang sempurna; keinginan kuat untuk dibalas; sangat khawatir kehilangan objek cinta.
Hatfield dan Sprecher (1980):
Membuat skala yang disebut Passionate Love Scale, (skala Cinta membara). Tujuannya untuk mengukur reaksi emosi yang kuat dari Passionate Love. Kemudian pada tahun 1986 konsep cinta {(yang semula cuma Passionate Love dan Companionate Love (cinta karib)} diperluas oleh Hendrick & Hendrick, dengan menambahkan, antara lain:
·         Ludus (game-playing love)
·         Mania (possesive love) 
·         Pragma (logical love) 
·         Agape (selfless love) 
·         Mengapa dapat muncul jenis passionate love?
o   Latar belakang budaya, mempelajari cinta lewat novel, film dan buku-buku bacaan, kemudian berharap hal itu terjadi pada dirinya.
o   Ada objek cinta yang dirasa cocok, daya tarik yang sesuai harapan.
o   Getaran fisik, kemudian diinterpretasikan sebagai cinta.   

Companionate Love(Cinta Karib)
·         Companionate love, lebih digambarkan sebagai hubungan yang seimbang antara kasih sayang dan kerja sama, atau antara emosional dan rasional, atau antara dorongan dan kontrol diri.
·         Biasanya untuk mencapai terbentuknya companionate love membutuhkan proses jangka panjang.
·         Companionate love seringkali juga berubah menjadi percintaan 
·         Dimulai dari pengenalan yang mendalam, rasional demi ke-pentingan tertentu, baru kemudian muncul secara perlahan sifat-sifat emosional.
·         Companionate love ini sering juga digambarkan sebagai cinta dengan perhitungan, memiliki tujuan yang jelas dan berjangka panjang, tidak terpusat pada fisik dan daya tarik. 
Ciri-ciri Companionate Love:
o   Tidak banyak melibatkan emosi; tetap rasional, tidak terlalu memusingkan, tidak pula menggebu-gebu.
o   Lebih melibatkan kasih sayang, terfokus pada keterlibatan da-lam hidup, mirip dengan persahabatan, banyak unsur ke-samaan, dan berjangka panjang.
o   Akan melahirkan gaya percintaan yang tenang, jauh dari kecemburuan, penuh kepercayaan, penuh pengabdian dan penghargaan, demokratis dan rasional.
Gaya Cinta atau Percintaan
Gaya cinta atau percintaan adalah cara seseorang bersikap, berpandangan dan berperilaku terhadap pasangannya, tergam-bar dari bagaimana orang tersebut bersikap dan berperilaku dalam berhubungan secara sosial terhadap pasangannya itu. 
Gaya cinta atau percintaan akan menunjukkan apa sesungguh-nya yang diharapkan dan kecenderungan-kecenderungan peri-laku di waktu yang akan datang. Artinya gaya cinta atau percintaan juga memiliki daya prediktif terhadap perilaku seseorang.
Gaya cinta atau percintaan dapat digunakan sebagai cara untuk mengetahui sejauhmana cinta seseorang dan macam cinta apa yang ada dalam dirinya.
Macam-macamnya  Ringkasan dari pertemuan kuliah minggu lalu:
Ø  Eros       passionate, cinta kilat, langsung tertarik dan menggebu-gebu.
Ø  Storge    cinta penuh kasih sayang.
Ø  Ludus    cinta main-main, hanya iseng saja.
Ø  Mania    possesive, cemburu dan takut kehilangan.
Ø  Pragma                 Logic, penuh perhitungan.
Ø  Agape    penuh altruis dan pengorbanan.
Pria  cenderung tinggi pada:
Eros (passionate, cinta kilat, langsung ter-tarik, menggebu-gebu) dan ludus (cinta main-main, iseng saja).
Wanita  cenderung tinggi pada:


Storge (cinta penuh kasih sayang), pragma  (logic, penuh perhitungan), dan mania (pos-sesive, cemburu dan takut kehilangan). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...