GAGAP
1. PENGERTIAN GAGAP
Gagap adalah keragu-raguan, pengulangan bicara disertai dengan kekejangan otot dan diafragma (Hurlock, 1978). Cara bicara ini ditandai dengan pengulangan suara atau perpanjangan suku kata atau kata sehingga menganggu irama alur bicara. Wujud secara umum gagap adalah tiba-tiba anak kehilangan ide untuk mengucapkan apa yang akan dikatakan sampai tak mampu mengeluarkan bunyi suara sedikitpun dalam beberapa waktu. Dimana reaksi ini dibarengi dengan kekejangan otot-otot diafragma yang disebabkan oleh tiadk sempurnanya koordinasi otot-otot bicara. Dan bila ketegangan sudah berlalu, akan meluncur serentetan kata-kata sampai timbul lagi kekejangan (Ayahbunda, 2002). Gagap merupakan cara berbicara yang ditandai dengan pengulangan suara atau perpanjangan suku kata atau sering gugup atau terhenti sehingga menganggu irama alur bicara (PPDGJ III, 1993).
2. PENYEBAB GAGAP :
Beberapa penyebab gagap disebabkan oleh beberapa faktor (Ayahbunda, 2002), antara lain :
1) Faktor fisiologis, antara lain :
Ø Kesamaan genetis dengan orang tua atau keluarga yang sama-sama gagap.
Ø Gangguan pada pendengaran atau pengucapan anak karena mengalami Regresi.
Ø Gangguan pada susunan saraf pusat di otak yang berhubungan dengan alat-alat bicara.
Ø Timing disorder, yaitu gangguan saat bereaksi dari otot-otot bicara baik dirahang, bibir maupun dileher.
2) Harapan orang tua yang tidak realistic terhadap perkembangan bicara anak. Seringkali orang tua terlalu menuntut anaknya agar lancar berbicara. Sehingga anak berumur 2-3 tahun, misalnya digembleng agar bisa mengucapkan sekian banyak kata, akibatnya anak akan merasa tertekan dan cemas.
3) Reaksi terhadap Stress
Kondisi didalam rumah yang membuat anak merasa lelah, tegang dan takut dapat menghambat anak belajar berbicara secara benar, misalnya : pertengkaran orang tua yang terus-menerus dengan anggota keluarga lain, kondisi rumah yang terlalu panas atau hal lain yang membuat anak cepat lelah, anak terlalu keras dituntut untuk mengubah suatu kebiasaan, seperti anak kidal yang dilatih keras untuk menggunakan tangan kanan.
4) Eksperesi dari konflik
Hal ini terjadi saat anak dihadapkan pada suatu masalah yang membuat ia tegang, sehingga emosi yang ditekan menimbulkan gagap. Misalnya, anak tidak dapat segera melampiaskan rasa kesalnya pada teman karena guru yang mengawasi mereka.
Aram DM (1987) menyatakan bahwa gagap dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
1) Lingkungan social anak
Interaksi antar individu merupakan dasar dari semua komunikasi dan perkembangan bahasa. Lingkungan yang tidak mendukung akan menyebabkan gangguan bicara dan bahasa pada anak.
2) Sistem masukan
Adalah system pendengaran, penglihatan dan integritas taktil kinestetik dari anak. Pendengaran merupakan alat yang penting dalam perkembangan bicara. Anak dengan otitis media kronik dengan penurunan daya pendengaran akan mengalami keterlambatan kemampuan menerima ataupun mengungkapkan bahasa.
3) Sistem pusat bicara dan bahasa
Kelainan susunan saraf akan mempengaruhi pemahaman, interpretasi, formulasi dan perencanaan bahasa, juga pada aktivitas dan kemampuan intelektual.
4) Sistem produksi
Sistem produksi seperti laring, faring dan hidung, struktur mulut dan mekanisme neuromuskuler yang berpengaruh terhadap pengaturan nafas untuk bicara, bunyi laring, pembentukan bunyi untuk artikulasi bicara melalui aliran udara lewat laring, faring rongga mulut.
3. JENIS-JENIS GAGAP
1) Gagap Perkembangan
Gagap yang terjadi pada masa perkembangan terutama pada usia 2-4 tahun dan remaja yang mengalami pubertas. Kondisi gagap pada waktu 2-4 tahun merupakan kondisi yang masih wajar terjadi sebagai bagian dari proses perkembangan bicara anak. Gagap biasanya muncul karena kontrol emosinya yang masih rendah dan antusiasme anak untuk menemukan ide-ide belum dibarengi dengan kematangan alat bicaranya. Hal ini dapat diperparah apabila figur contoh berbicaranya juga gagap, karena pada masa ini masih meniru sehingga pada akhirnya gagap bisa menjadi suatu kebiasaan. Sementara pada anak remaja disebabkan karena rasa kurang percaya diri dan kecemasan karena perubahan fisik, mental dan sosial yang sedang dialami.
2) Gagap Sementara
Terjadinya biasanya usia 6-8 tahun sering mengalami gagap sementara dan berlangsung sebentar. Umumnya disebabkan karena faktor psikologis. Misalnya, anak mulai memasuki lingkungan baru yang lebih luas seperti sekolah, sehingga anak memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri baik mental maupun social.
3) Gagap Menetap
Gagap ini terjadi pada usia 3-8 tahun dab sering ada sampai dewasa. Biasanya lebih banyak disebabkan oleh faktor kelainan fisiologis alat bicara dan akan terus berlangsung, kecuali dibantu dengan terapi wicara.
4. AKIBAT GAGAP :
Kemampuan bicara menyangkut pemahaman terhadap apa yang dikatakan orang lain dan kemampuan berbicara dalam cara yang dapat dipahami orang, mau tidak mau anak yang mengalami gagap terdapat sedikit hambatan dalam hal ini (Hurlock, 1998). Akibat tersebut antara lain :
Ø Pada penyesuaian sosial pribadi.
Bicara menjadi pengaruh dalam melakukan hubungan sosial, anak yang mengalami gagap kurang dapat melakukan hubungan komunikasi dengan orang lain, hal ini menyebabkan anak sulit melakukan penyesuaian sosial dalam masyarakat.
Ø Bahasa berhubungan dengan intelegensi
Seseorang mengenal lingkungan dengan komunikasi dengan orang lain, bila orang tersebut mengalami gangguan dalam bicara atau gagap pengenalan dengan lingkungan akan terhambat.
Ø Bahasa berhubungan dengan konsep diri
Anak dengan gangguan gagap sedikit banyak akan mengalami krisis kepercayaan diri, bila rasa percaya diri tersebut tidak dipupuk oleh adanya motivasi dari orang lain atau orang tua akan memperparah keadaan. Anak akan menjadi seorang yang minder dalam pergaulan hal ini juga berhubungan dengan kematangan emosinya nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar