INTERAKSI SOSIAL
A. Pengertian Interaksi Sosial
Adalah suatu hubungan antara 2 individu atau lebih, dimana kelakuan atau tingkah laku individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan atau tingkah laku individu yang lain atau sebaliknya.
Disini ada 2 hal :
1. Individu sebagai objek → tidak akan maju karena mekanis.
2. Individu sebagai subjek → tidak dapat bermasyarakat.
· Dalam interaksi sosial harus ada give dan take dari masing-masing anggota masyarakat dan mereka dituntut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
· Dasar dari penyesuaian diri adalah faktor kepribadian yang menurut Allport : organisasi dinamis dari sistem psikofisis yang turut menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
· Kepribadian individu, kecakapan-kecakapannya, ciri-ciri kegiatannya baru menjadi kepribadian yang utuh jika berhubungan dengan lingkungannya.
· Hubungan individu dengan lingkungannya :
- R.S. Woodrorth : ada 4 yaitu individu dapat bertentangan, dapat menggunakan, dapat berpartisipasi, dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.
- Lebih luas lagi : autoplastis (mengubah diri sesuai keadaan atau tuntutan lingkungan); Alloplastis (mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri)
· Perkembangan kepribadian ditentukan
- Semata-mata dari luar atau lingkungan → aliran empirisme oleh John Locke dengan teorinya tabula rasa yang berkembang menjadi behaviorisme (J.B Watson).
- Semata-mata dari pembawaan → aliran Nativisme atau naturalisme oleh Schoppenhauer dan dikembangkan oleh J.J. Rousseau (manusia baik, jadi jahat karena lingkungan). Mensius (manusia jahat, jadi baik karena masyarakat → karena hukuman.
- Otoritas atau Prestige atau Minoritas, orang cenderung mudah menerima pandangan atau sikap tertentu jika hal tersebut dimiliki oleh orang yang ahli dalam bidangnya atau orang yang mempunyai prestige sosial tinggi.
Misal : untuk propaganda dengan menggunakan artis, dokter, dll.
- Mayoritas, dimana pandangan atau ucapan yang didukung oleh mayoritas atau sebagian besar golongan atau kelompok atau masyarakat, akan diterima tanpa kritik.
- Will to belief, terjadi bila dalam diri seseorang sebenarnya sudah terdapat pandangan atau pendapat yang sama tapi dalam keadaan terpendam.
3. Identifikasi yaitu dorongan untuk menjadi identik atau sama dengan orang lain baik secara lahiriah atau batiniah (pada orang yang dikenal baik, sudah dinilai dengan teliti, terjadi secara irasional dan berlangsung dibawah sadar) → proses sosialnya lebih dalam dari sugesti atau imitasi → dorongan utama : mengikuti jejak, mencontoh, belajar.
4. Simpati : perasaan tertariknya orang yang satu dengan yang lain dan terjadi tidak atas dasar logis rasionil melainkan atas dasar penilaian perasaan dimana seseorang tiba-tiba merasa tertarik pada keseluruhan cara-cara bertingkah laku atau kepribadiannya.
Dorongan utama simapati : ingin mengerti, kerja sama, memahami.
Prinsip-prinsip simpati menurut Adam Smith dan Herbert Spencer :
- Yang menimbulkan respons cepat seperti reflek misal, karena penderitaan, perilaku tidak adil (prespectively presentative)
- Yang bersifat intelektuil meskipun kita tidak merasakan misal : Ikut bersyukur atas keberhasilan seseorang (representative atau sadar refleksive)
- Re-reprensentative sympati : memerlukan intelektuil lebih tinggi, seperti pengertian ide abstrak dari cinta, toleran.
Max Scheler membagi simpati menjadi 8 :
a. Einfuhlung = empati : yaitu proses yang primitif atau proses refleks, tidak didasarkan pada pikiran.
b. Msiteinander fuhlung : yang menekankan pada pengertian, perasaan spontan seperti kalau 2 orang atau lebih bereaksi dengan cara yang sama pada rangsangan yang sama. Misal, reaksi penonton bola.
c. Gefuhls anstechung = transpaty : yaitu tertekannya perasaan melalui induksi seperti mobs atau berkumpulnya orang banyak sampai penuh sesak.
d. Einsfuhlung = umpathy : jika terjadi identifikasi perasaan. Misal, anak bermain boneka, masalah iraq yang membangkitkan rasa bersatu untuk tujuan yang sama.
e. Nachfuhlung = intellectualized = reflective sympathy : disini dapat dibedakan perasaan sendiri dengan perasaan orang lain. Misal, saya tahu apa yang anda rasakan tapi saya tidak akan berbuat seperti anda.
f. Mitgefuhl = fellow feeling : bila orang dapat dengan tepat menimbang perasaan orang lain dan penilaian secara positif.
g. Manshenliebe = altruisme (suka menolong dan philantropi atau suka memberi) : mengetahui keadaan jiwa orang lain, menghargai dan menghormati.
h. Akonische person und Gottes liebe : simpati yang mistis yang menjadi dasar religi dan pandangan hidup kesatuan jiwa dengan Tuhan. Misal, tokoh agama, tokoh karismatik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar