Penjelasan dan Pengertian Thesa, Antithesa, Synthesa, Idealisme, Materialisme, Rasionalisme, Irrasionalisme di Tinjau dari Filsafat Manusia


1.       Apa pengertian dari :
a.        Thesa
b.       Antithesa
c.        Synthesa
2.       Apa perbedaan dari aliran :
a.        Idealisme
b.       Materialisme
3.       Apa perbedaan dari :
a.        Rasionalisme
b.       Irrasionalisme

Jawaban:
1.       Thesa, antithesa, synthesa
a.        Thesa
Dua hal yang dipertentangkan lalu didamaikan, atau biasa dikenal dengan tesis (pengiyaan).Pengiyaan harus berupa konsep pengertian yang empris indrawi. Pengertian yang terkandung didalamnya berasal dari kata-kata sehari-hari, spontan, bukan reflektif, sehingga terkesan abstrak, umum, statis, dan konseptual. Pengertian tersebut diterangkan secara radikal agar dalam proses pemikirannya kehilangan ketegasan dan mencair. 
b.       Antitesa (pengingkaran) :
Pengingkaran adalah konsep pengertian pertama (pengiyaan) dilawanartikan, sehingga muncul konsep pengertian kedua yang kosong, formal,tak tentu, dan tak terbatas. 
  1. synthesa (kesatuan kontradiksi):
Kontradiksi merupakan motor dialektika (jalan menuju kebenaran) maka kontradiksi harus mampu membuat konsep yang bertahan dan saling mengevaluasi. Kesatuan kontradiksi menjadi alat untuk melengkapi dua konsep pengertian yang saling berlawanan agar tercipta konsep baru yang lebih ideal.
  1. Perbedaan Idealisme dan Materialisme
a.        Idealisme 
Adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kebergantungannya pada jiwa (mind) dan spirit (roh). Idealisme juga di artikan sebagai paham yang banyak dipenuhi oleh hal-hal luar nalar. Karena mereka menganggap pemikiran yang ada dalam otak mereka adalah hal yang nyata walaupun tidak bisa dibuktikan oleh indra mereka. Sayangnya masyarakat lebih condong mengikuti paham ini, bukan hanya di Indonesia tapi di berbagai pelosok dunia paham ini berkembang pesat. Dalam kehidupan real paham ini telah mencekoki dan membuat kacau balau cara berpikir manusia, Paham ini telah menghasilkan suatu masyarakat yang percaya pada mistik yang tidak masuk akal jauh dari nalar. Indera ke enam, kepercayaan terhadap angka,tata letak ruangan dan lain-lain,adalah hasil dari para pemikir idealis yang telah mencekokkanotak masyarakat ke pikiran yang anti nalar.
b.       Materialisme
Adalah Materalisme berasal dari kata matter “ benda “,sedangkan kata matter sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti mother / Ibu.{ Ralph E.Lapp,Life science library “ MATTER “ }.Seperti yang kita ketahui benda terbagi menjadi 3 jenis yaitu padat,cair dan uap ( solid,liquid,and gas ).
Materialisme menganggap idea tau pikiran hanyalah hasil dari materi yang masuk ke dalam otak melalui berbagai proses sehingga menghasilkan suatu materi yang memiliki nilai lebih,tanpa adanya suatu materi yang nyata pikiran tidak dapat timbul dengan sendirinya.Penelitian terhadap material yang dilakukan oleh umat manusia melalui pikiran / ide mereka berjuta-juta tahun yang lalu telah  mengajarkan umat manusia banyak hal seperti bagaimana memasak,bercocok tanam,berburu bahkan membunuh manusia yang lainnya dan ini telah memberikan suatu masukan bagi kemajuan umat manusia.
  1. Perbadaan Rasionalisme dan Irrasionalisme
  1. Rasionalisme
Rasionalisme adalah paham filsafat yang mangatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan baik dalam bidang agama maupun dari bidang filsafat yang mencakup tentang kebenaran melalui pembuktian-pembuktian maupun logika.
Pandangan rasionalisme dipelopori oleh Rene Descarles, ia menyatakan dengan tegas bahwa manusia itu terdiri dari jasmaninya dengan keluasanya (extensio) serta budi dengan kesadaranya. Kesadaran ini rohani dan yang bertindak itu adalah budi. Seperti pengetahuan dan pengenalan, pengetahuan yang benar itu datangnya dari kesadaran. Hubungan anatara jiwa dana badan adalah sejajar, tapi bukanlah merupakan sebuah keatuan. Dari renungan rasionalisme ini muncul paham panteisme, yitu spinoza. Rasionalisme adalah sebuah pandangan berdasarkan atas rasio. 
b.       Irrasionalisme
Belum tentu mengingkari rasio atau mengabaikan adanya rasio itu serta artinya bagi manusia. Yang dimaksud dengan pandangan manusia yang irrasionalistis ialah pandangan-pandangan : 
a.     Yang Mangingkari adanya adanya rasio
b.     Yang kurang menggunakan trasio walaupun tidak mengingkarinya, dan
c.     Terutama pandangan yang mencoba mendekati manusia dari pihak lain serta, kalau dapat dari keseluruhan pribadinya.
Jadi, penggolongan filsafat manusia dalam rasionalisme-irrasionalisme bukanlah penggolongn yang lain sekali dari penggolongan idealisme-materialisme pandangan ini hanyalah pandangan dari sudut lain. Dngan demikian semua aliran materialisme harus dimasukan ke dalam irrasionalisme. Hal ini dapat dibuktikan dalam gagasan-gagasannya menjadi manusia.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...