WANITA DI MASYARAKAT DAN KELUARGA
The world which seems
To lie before us like a land of dreams,
So various,so beautiful,so new,
Hath,really neither joy,nor love,nor light…
We are here,as on a darkling plain swept with
Confused alarm of struggle and flight,
Where ignorant armies clash by night.
“Dover Beach” by:Matthew Arnold
Membicarakan peranan wanita dalam kehidupan manusia adalah hal yang sangat menarik. Wanita baik sebagai individu, istri, ibu, maupun yang lainnya mempunyai peranan yang sangat kompleks dan penting. Dia mempunyai ciri khas dalam kehidupan manusia ini, karena dia sebenarnya bukanlah objek, tetapi juga sebagai subjek di dalam tata kehidupan manusia. Kehidupan manusia berlandaskan pada kehidupan bermasyarakat dan wanita itu merupakan salah satu faktor penentu dalam pemberian arah budaya masyarakat. Hubungan masyarakat dengan wanita pada dasarnya merupakan suatu hubungan causative-effect. Pembahasan mengenai wanita dari salah satu aspek saja tidaklah sempurna dan justru menimbulkan pengertian yang salah.Tanggapan Aristoteles mengenai wanita ialah bahwa sebenarnya wanita adalah pria yang tidak lengkap atau tidak sempurna sehingga wajar apabila kaum pria menguasai wanita. Kant beranggapan bahwa wanita mempunyai kekurangan dan ketidaksanggupan untuk mengerti prinsip. Menurut Schopenhauer yang menanggapi bahwa wanita adalah individu yang yang terbelakang didalam segala hal. Fichte menanggapi wanita hanya sebagai individu yang mempunyai keinginan untuk dikuasai saja dan lahir dari moral wanita itu sendiri. Veroff menyatakan bahwa peranan wanita untuk maju dalam peri kehidupan masyarakat semakin lama semakin meningkat yang disertai dengan gerakan emansipasi sedang motivasi untuk berprestasi pada wanita yang sebenarnya adalah berasal dari luar.
Matina Horner menyatakan bahwa wanita sebenarnya mempunyai rasa takut akan sukses dalam usaha berprestasi dalam kekarnyaan. Dikatakan bahwa kompetisi pada wanita adalah suatu sublimasi dari agresivitas. Dari segi biologis hanya wanitalah yang dapat melahirkan anak dan hanya ibulah yang merupakan individu pertama yang berinteraksi dengan anaknya. Peranan ibu terhadap anaknya semasa bayi sampai dewasa adalah merupakan saat-saat terpenting bagi anak dalam menentukan arah perkembangannya. Dinyatakan bahwa di dalam masa sekarang ini peranan wanita tidaklah seperti dahulu yaitu hanya mendapat nafkah dari suami, dia juga berhak untuk turut membantu mencari nafkah dari keluarga.
Bagaimanakah halnya dengan wanita dalam Negara-negara yang sedang berkembang dalam hal ini juga Indonesia? Kehadiran pandangan kesehatan mental(bukan psikiatri) yang di negara-negara lain telah menjadi leerstoel sangat menguntungkan. Peranan istri bukanlah lagi sesuatu uang suplementer melainkan komplementer dalam pembentukan dan mempertahankan kehidupan keluarga dan generasi suatu masyarakatnya.Dengan pengembangan dan penerapan kesehatan mental mudah-mudahan kita mencapai tujuan kita yaitu pembangunan bagi kesejahteraan manusia dan segala macam dan bentuk agresivitas dapat hilang dari kehidupan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar