Apa Saja Macam-Macam Gangguan Mental dan Klasifikasinya

GANGGUAN MENTAL DAN KLASIFIKASINYA.
         Kita dengan mudah mengenal seseorang yang sakit.Ada tumor,tekanan darah tinggi,atau dia menyatakan sakit kepala.Penyakit atau sakit pada badan kita diakui adanya dan dapat dirasakan anak-anak sampai orang yang usianya lanjut.Asalkan terdapat suatu gangguan pada badan maka orang itu dikatakan mengalami kesakitan atau secara khusus disebut sakit sakit fisik (physic illness).
         Sebagai analogi dari adanya sakit badan,maka tentunya ada penyakit,sakit,gangguan psikis,atau gangguan mental 9mental disorder0.Jika sakit fisik mencakup segenap abnormalitass badan ,organ,jaringan,sel dn proses fisiologis,maka gangguan mental mencakup abnormalitas mental (Hall,1980).
          Gangguan mental dalam beberapa hal disebut perilaku abnormal (abnormal behavior),yang juga dianggap sama dengan sakit mental (mental illness),sakit jiwa (insanity,lunacy madness),selain terdapat pula istilah-istiah serupa yaitu : distress,discontrol,disadvantage,disability,inflexsibility,irrationality,syn-
Dromal pattern,dan disturbance.Berbagai istilah ini dalam beberapa hal dianggap sama ,namun dibagian lain pihak digunakan secara berbeda.Dalam Internasional Classification of Mental Disorders (ICD) dan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (IDM) digunakan istilah “ mental disorder” yang diterjemahkan menjadi gangguan jiwa,dan untk keperluan tulisan (buku ) ini digunakan isilah gangguan mental untuk maksud yang sama.

A.     PENGERTIAN
   
     Secara sederhana ,gangguan mental dimaksudkan sebagai tidak adanya atau kekurangannya dalam hal kesehatan mental.Dari pengertian ini,orang yang menunjukkan kurang dalam hal kesehatan men-
Talnya,maka dimasukkan sebagai orang yang mengalami gangguan mental.Pengertian ini sejalan dengan dengan yang dikemukakan oleh (Kaplan dan Sadock,1994) yang menyatakan gagguan mental itu “as any significant deviation from an idela state of positive mental health” artinya penyimpangan dari keadaan ideal dari suatu kesehatan mental merupakan indikadi adanya gangguan mental.
      Pengertian lain gangguan mental dimaknakan sebagai adanya penyimpangan dari norma –norma perilaku yang mencakup pikiran,perasaan dan tindakan.Orang yang mengalami gangguam mental karena terjadinya penyimpangan perialaku,orang yang depersi perasaanya sangat tertekan,dan orang yang alkoholik tidak dapat menehan tindakannya dan secara persisten mengkonsumsi minuman  beralko
Hol.Perilaku yang d ialakukan secara persisten atau repesitif (repetitiveness) terutama perilaku yang tidak dikehendaki merupakan indikasi gangguan mental (Szaz,1987)
       DSM-IV ,merumuskan gangguan mental sebagai sebagai sindoma atau pola perilaku atau psikologis yang terjadi pada,atau saat individu dan sindroma itu dihubungkan dengan adanya: 
1)      distress (misalnya symptom menyakitkan) atau
2)     disabi lity artinya ketidakmampuan (misalnya tak berdaya pada satu arah atau beberapa bagian penting dari fungsi tertentu) 
3)     peningkatan risiko secara bermakna untuk mati,sakit,ketidakmampuan,atau kehilangan kebebasan (APA,1994).
        Sedangkan Group for Advancement of Psychiatry (GAP) memaknakan gangguan mental sebagai suatu kesakitan yang mengurangi kapasitas seseorang untuk  menggunakan (memelihara) pertimbangan-pertimbangannya,kebijaksanaannya,dan pengendaliannya dala melakukan urusa-urusannya dan hubungan social sebagai jaminan keterikatannya pada institusi mental (Szasz,1997),
         Berdasarkan berbagai pengertian diatas maka gangguan mental itu mencakp: (1) adanya penurunan fungsi mental dan (2) pemurunan fungsi mental itu berpengaruh pada perilakunya yaitu tidak sesuai dengan yang sewajarnya.

B.     KRITERIA PENENTUAN GANGGUAN MENTAL

    A.Scott (1961) melakukan penelitian secara mendalam tentang berbagai pengertian gangguan mental itu.Dia mengelompokkan terdapat enam macam criteria untuk menentukan seseorang mengalami gangguan mental itu yaitu: 
1)     orang yang memeperoleh pengobatan psikiatris,
2)     salah penyesuaian (maladjustment)sosial,
3)     hasil diagnosis psikiatris
4)     ketidak bahagiaan subjektif, 
5)     adanya symptom-simptom psikologis secara objektif,dan
6)     kegagalan adaptasi secara positif.

1.      Gangguan mental karena Memperoleh Pengobatan Psikiatris

    Orang yang terganggu mentalnya adalah orang yang memperolh pengobatan (treatment) pikiatris.Pengertian ini lebih menekankan pada pasien-pasien yang memperoleh perawatan di rumah sakit.Orang-orang yang tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit tidak dianggap sebagai orang yang mengalami gangguan mental.

2.      Salah Penyesuaian Sebagai Gejala Sakit MENtal

    Penyesuaian seseorang berkaitan dengan kesesuain seseorang dengan norma-norma social atau kelompok tertentu.Perilaku seseorang dapat sesuai atau tidak sesuai dengan norma masyarakat atau kelompok.Jika perilakunya seseuai dengan norma masyarakatnya berarti d  ia dapat melakukan menyesuaikan social,tetapi jika perilakunya bertentangan dengan normaa maka kelompok atau masyarakatnya maka dia tidak dapat melakukan penyesuai social

3.      Diagnosis Sebagai Kriteria Sakit Mental

    Diagnosis jelas dilakukan berdasarkan criteria yang ditetapkan terlebih dahulu oleh pihak yang melakukan diagnosis ,tanpa melakukan dikotomis terlebih dahulu,tetapi dabagi berdasarkan berbagai tingkatan .Dalam iagnosis ini baiasanya akan dijumpai tingkatan-tingkatan kesakitan yang ada di masyarakat.Studi-studi epidomiologis yang ada di masyarakat ,banyak mengunakan cara ini untuk menentukan kritria gangguam mental

4.      Sakit Mental Menurut Pengertian Subjektif

    Sehat dan sakit dapat diketahui melalui pemahaman atau pengakuan subjektif.Dalam hal ini sakit mental itu sebagai suatu pengalaman subjektif bagi seseorang.Jika seseorang merasa mengalami gangguan ,maka dia sebenarnya tidak sakit mentalnya,tetapi jika tidak merasa mengalami gangguan mental maka sehatlah dia.
    Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan sakit mentalnya maka,dilakukan penggalian dengan self inventory,misalnya metode q-sort dan skala sikap.Metode ini diantaranya dilakukan oleh Rogers untuk mengetahui pelaporan diri klien-kliennya tentang keadaan psikologisnya.

5.      Sakit Mental Jika Terdapat Simptom Psikologis secara objektif 

     Pada setiap Gangguam mental terdapat symptom-simptom atau gejala psikologis tertentu.Gejala-gejala itu berdasarkankriteria yang ditetapkan jika terdapat pada seseorag maka dijadikan sebagai indikasi adanya gangguan mental padanya.Misaknya gangguan kepribadian antisocial ditandai adanya gejala-gejala pelanggaran kepada peraturan dan norma social,gangguan kecemasan juga memiliki cirri-ciri tertentu.
      Untuk mengukur adanya gangguan mental atau tidak dapat dilakukan dengan instrument-instrusmen tertentu yang tersatandar.Misalnya MMPI dan Behavior Check List dapat digunakan intuk mengukur ada tidaknya gangguan kepribadian pada seseorang,atau dengan tes proyektif seperti TAT dantes Rorsarch.

6.      Kegagalan Adaptasi Secara Positif

    Seseorang yang gagal dalam adaptasi secara positif dikatakan mengalami gangguan mental .Adaptif ini berbeda dengan dengan penyesuain social,Karen adaptif lebih aktif dan didasarkam atas kemampuan pribadi sekaligus melihat konteks sosialnya.Pengertian ini sangat konseptual sangat sulit dioperasionalkan.

C.      NOSOLOGI DAN TAKSOLOGI ILMU GANGAN MENTAL.

   Dalam dunia kedokteran ,sebuah lmu dapat berdiri sediri jika memilki nosologi,ilmu yang mempelajari tentang penyakit.Pada mulanya kesehatan kejiwaan tidak dimakukkan sebagai suatu ilmu karena tidak memiliki nosologi inI.Gangguan dan sakit jiwa dan gangguan jiwa dianggap sebagai gangguan dari setan.Namun sejalan dengan dengan perkembangan pengetahuan khususnya pada bidang kejiwaan,ke
Mudian dipahami bahwa gangguan kejiwaan juga dapat diirimuskan nosologinya.Untuk itu lantas disusun klasifikasi ganguan/penyakit mental itu,yang disebut dengan taksologi.
    Orang yang sangat berjasa dalam penyusunan nosologi dan taksologi dalam ilmu kedokteran jiwa adalah Emil Kraepelin (1855-1926),seorang penyelidik di bidang kesehatan jiwa yang sangat tekun dan berkonsentrasi pada bidang akadenis (Mar amis,1990).Berkat ketekunanny a sehingga dia berhasilmenyusun taksonomi bidang kesehatan jiwa,sehingga psikiatri beranjak dari yang tradisional yang semual ilmu yang masih teori spekulatif menjadi ilmu yang lebuh terapis empiris.
      Jauh sebelum Emil Kraepelin lahir ,ahli kedokteran yunani Hippocrates (4 abads.m) telah membuat system klasifikasi gangguan mental .Hipocrates menyusu nkategori gangguan mental dalam tiga kelas utama,yaitu mania, melancholia,phrenitis(misalnya kebingungan,delirium).Klasifikasi tersebut didasarkan atas munculnya symptom.
       Pada abad ke-16 ,Ahli kedokteran Jerman Paracelcius membuat sistemklasifikasi yang lain ,yang didasarkan atas factor-faktor yang menyebabkannya.Dia menegaskan ada lima jenis gangguan jiwa ,yaitu: 
1)      Versani,gangguan yang disebabkan makanan dan minuman yang kotor .
2)      insane,gangguan yang disebabkan oleh factor genetic.
3)     lunatic,gangguan yang disebabkan oleh bulan.
4)     obsesi,gangGuan yang disebabkan leh setan.
5)     melancholi,gangguan yang disebabkan problem-problem konstitusional.
      Pada abad ke -19 sistem klasifkasi gangguan mental itu disempurnakan lagi,dengan didasarkan atas symptom-simptomnya.Emil Kraepelin berhasil menyusun secara lebih kompehensif,dengan mengacu sistem klasifikasi gangguan fisiologis.Klasikasinya ini dibuat untuk keperluan kemudahan dalam diagmosa dan pengobatan yang tepat .Dia berkeyakina bahwa klasifikasinya telah mencakup berbagai ganguan menta yang ada dan universal
      Saat ini ada dua system klasifikasi gangguan mental,yaitu ICD dan DSM.ICD ini banyak digunakan di Eropa ,Amerika serikat dan berbagai Negara termasuk Indonesia,untuk laporan ke WHO.ICD ini telah diterbitkan dalam edisi Indonesia yaitu Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ).Sedangkan DSM digunakan untuk kalangan mereka sendiri.
      ICD yang dikenal dengan Europan Description dibuat oleh ahli-ahli kedokteran jiwa WHO,sementara DSM adalah American Description dibuat oleh kalangan dokter jiwa Amerika .KedUnya memiliki keunggulan dan kelemahannya.Kedua jenis Taksologi it uterus-menerus dilakukan perbaikan –per
baikan.Pada 1987 ICD-10 diterbitkan dan pada 1994 DSM –IV diterbitkan pula.DSM mendeskrpsi kan  gangguan mental dengan criteria-kriterianya,sementara ICD mendeskripsikan gangguan mental dengan sindroma-sindroma yanga ada. 

D.     KLASIFIKASI GANGGUAN MENTAL

    DSM pada tahun 1994 telah diterbitkan dengan edisi keempat sebagai penyempurnaan dari klasifikasi gangguan mental pada edisi sebelumnya.Klasifikasi gangguan mental menurut DSM –IV adalah sebagai berikit.(APA.1994).

Gangguan Yang BIasanya Dididagnosis Pertama Kali pada Masa Bayi .Masa Kanak-kanak, atau Masa Remaja Retardasi Mental

317         Retardasi mental ringan
318.0      Retardasi mental sedang
318.1      Retardasi mental  berat
318.2      Retardasi mental sangat berat
319         Retardasi mental yang beratnya tidak terspesifikasi pada yang lain (YTT)

Gangguan belajar

315.00    Gangguan membaca
315.1      Gangguan matematika
315.2      Gangguan mengekspresikan tulisan (menulis)
315.9      Gangguan belajar YTT

Gangguan keterampilan motorik
315.4      Gangguan koordinasi dan perkembangan

Gangguan komunikasi
315.31    Gangguan bahasa ekspresif
315.31    Gangguan bahasa campuran ekspesif-represif
315.39    Gangguan fonologi
307.0      Gagap
307.9      Gangguan komunikasi YTT

Gangguan perkembangan pervasive
299.0       Gangguan autistic
299.80     Gangguan Rett
299.10     Gangguan disintegrative pada anak
299.80     Gangguan asperger
299.80      Gangguan perkembangan pervasive YTT

Gangguan perilaku pemusatan perhatia dan disruptif.
314.xx       Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif
       .01      tipe kombinasi
       .00      tipe intensif yang menonjol  
       .01      tipe hiperaktif-impulsif yang menonjol

314.9         Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif

312.8         Gangguam tingkah laku
313.81       Gangguan penyimpangan dan beroposisi
312.9         Gangguan disruptif yang lain

Gangguan makan pada bayi dan kanak-kanak awal
307.52        Gangguan Pika
307.53        Gangguan Ruminasi
307.59        Gangguan makan pada masa bayi dan masa kanak-kanak awal

Gangguan Tik
307.23         Gangguan Tourette
307.22         Gangguan tik vokla atau motor yang kronis
307.21         Gangguan tik transien
307.20         Gangguan tik yang lain

Gangguan Eliminasi
        .-            Enkopresi
787.6            Dengan konstipasi dan inkontinensia limpah
307.7            Tanpa konstipasi dan inkotinensia limpah
307.6            Enurosis bukan karena kondisi medis secara umum

Gangguan lain pada masa bayi ,masa kanak-kanak,dan masa remaja
309.21         Gangguan kecemasan berpisah
313.23         Mutisme selektif
313.89         Gangguan kelekatan reaktif pada bayi atau masa kanak-kanak awal
307.3           Gangguan bergerak stereotip
313.9           Gangguan pada masa bayi ,masa kanak-kanak atau remajaYTT

2. Delirium,Demensia,Amnestik,Dan Gangguan Kognitif Lainnya

Delirium    
293.0              Delirium kareena kondisi medic umum
       .-               Delirium yang terintoksinasi zat
       .-               Delirium putus karena zat
       .-               Delirium yang disebabkan berbagai sebab
780.09            Delirium YTT


290.xx             Demensia pada tipe Al-zheimer dengan onset dini
       .10             tanpa penyulit      
       .11             dengan delirium
       .13             dengan waham
290.xx              Demensia pada tipe Al-zheimer dengan onset lanjut
       .0               tanpa penyulit
       .3               dengan delirium
       .20             dengan waham
       .21             dengan mood terdepresi
290.xx              Demensia vascular
       .40             tanpa penyulit
       .41             dengan delirium
       .42             dengan waham
       .43             dengan mood terdepresi

Demensia karena kondisi medis umum lainnya
294.9               Demensia yang disebabkan penyakit HIV
294.1               Demensia yang disebabkan trauma kepala
294.1               Demensia karena penyakit Parkinson
294.1               Demensia karena penyakit Huntington
294.10             Demensia karena penyakit pik
 294.1               Demensia karena penyakit Creutzfeldt-Jakob
       .-               Demensia karena yanga berkaitan dengan Zt
      .-                Demensia yang disebabkan berbagai iteologis 
294.8              Demensia YTT

Gangguan Amnestik
290.0               Gangguan Amnesti Karen akondisi medic
       .-                Gangguan Amnestik  dikaitkan dengn pemakaina zat secara menetap
294.9               Ganguan Amnes tik YTT

Gangguan Kognitif lain
294.9                Gangguan kognitif YTT

3. GANGGUAN MENTAL DISEBABKAN OLEH KONDISIS MEDIS UMUMYANG TIDAK DIKLASIFIKASIKAN PADA YANG LAIN
293.89              Gagguam katatonik yang disebabkan kondisi umum
310.1                Perubahan kepribadian yang disebabkan kondisi medis umum
293.9                Gangguan mental YTT yang disebabkan oleh kondisi medoleh kondisi medis umum

4. GANGGUAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ZAT
Gangguan yang berhubungan dengan alcohol
Gangguan pemakaian alkohl
303.90              Ketergantungan alcohol
305.00              Penyalahgunaan alcohol

Gangguan akibat alcohol
303.00              Intoksikasi alcohol
219.8                Putus alcohol
291.0               Delirium intoksikasi alcohol
291.1               Delirium putus alcohol
291.2               Demensia menetap akibat alcohol
291.1               Ganguan Amnestik menetap akibat alcohol
292.x               Gangguan psikotik akibat alcohol
       .5               dengan waham
       .3               dengan halusinasi
291.8               Gangguan mod akibat alcohol
291.8               Gangguan kecemasan akibat alcohol
291.8               Disfungsi seksualakibat alcohol
291.8               Gangguan tidur akibat alcohol
291.9               Gangguan berhubungan dengan alcohol YTT

Gangguan berhubungan dengan amfetamin atau sejenisnya
304.40             Ketergantungan Amfetamin
305.70             Penyalahgunaan Amfetamin

Gangguan akibat Amfetamin
292.89             Intiksikasi amfetamin
292.0                Putus Amfetamin
292.81               Delirium intoksikasi amfetamin
292.xx             Gangguam psikotik akibat amfetamin
       .11            dengan waham
       .12            dengan halusinasi
292.84             Gangguan mood akibat amfetamin
292.89             Gangguan kecemasan akibat amfetamin
292.89             Disfungsi seksual akibat Amfeamin
292,89             Gangguan tidur akibat Amfetamin

Gangguan berhubungan dengan kanabis
Gangguan pemakain kanabis
304.30              Ketergantungan kanabis
305.20              Penyalahgunaan kanabia

Gangguan akibat kanabis
292.89              Intoksikasi kanabis
292.81              Delirium intoksikasi kanabis
292.xx               Gangguan psikotik akibat kanabis
        .11             dengan waham
        .12             dengan halusinasi
292.89              Gangguan kecemasan akibat kanabis
292.9                Gangguan berhubungan kanabis YTT

Gangguan berhubungan dengan kokain
Gangguan pemakaian kokain
292.89               Intoksikasi kokain
292.0                Putus kokain
292.81               Delirium Intoksikasi kokain
292.xx               Gangguam pikotik akibat kkain
       .11              dengan waham
       .12              dengan halusinasi
292.84              Gangguan mood akibat kokain
292.89              Gangguan kecemasan akibat kokain
292.89              Disfungsi seksual akibat kokain
292,89              Gangguan tidur akibat kokain
292.9                Gangguan berhubungan kokain YTT

Gangguan berhubungan dengan halusinogen
292.89              Intoksikasi halusinogen
292.89              Gangguan persepsi mnetap halusinogen
292.81              Delirium intoksikasi halusinogen
292,.xx             Gangguan psikotik akibat halusinogen
        .11            dengan waham
        .12            denganhalusisinasi
292.84              Gangguan mood akibat halusinogen
292.89                Gangguan kecemasan akibat halusinogen
292.2                Ganguan berhubunga YTT 

Gangguan berhubungan dengan inhalan
304.60               Ketergantungan inhalan
305.90               Penyalahgunaan inhalan

Gangguan akibat inhalan
292.89               Intoksilasi inhalan
291.81               Delirium intksikasi inhalan
292.82               Demensia menetap akibat inhalan
292.xx                Gangguan psikotik akibat inhalan
       .11               dengan waham
       .12               dengan halusinasi
292.84                Gangguan mood akibat inhalan
292.89               Demensia menetap akibat inhalan
292.XX               Ganguan psikotik akibat inhalan
       .11               denga waham
       .12               dengan ilusi
292.84               Gangguan mood akibat inhalan
292.89               Ganguan kecemasan akibat inhalan
292.9                 Gangguan berhubungan inhalan YTT

Gangguan berhubngan dengan nikotin
Gangguan pemakaina nikotin
305.10               Ketergantungan nikotin

Gangguan akibat nikotin
292.0                  Putus nikotin
292.9                  Gangguan berhubungan dengan nikotin YTT


292.89                 Intoksikasi oioid
292.0                   Putus opioid
292.81                 Delirium intoksikasi opioid
292.xx                  Gangguan psikotik akibat opioid
       .11                 dengan waham
       .12                 dengan halusinasi
292.84                 Gangguan mood akibat ppioid
292.89                 Gangguan kecemasan akibat opioid
292.89                 Gangguan tidur akibat opioid
292.9                   Gangguan berhubungan opioid YTT

Gangguan berhubungan dengan phencyclidine
Gangguan pemakaian phencyclidine
304.90                Ketergantungan phencyclidine
305.90               Penyalahgunaan phencyclidine

Gangguan akibat phencyclidine
292.89               Intoksikasi   phencyclidine
292.81               Delirium intoksikasi pancyclidine
292.xx                Ganggaun psikotik akibat phencyclidine
       .11               denga waham
       .12                dengan hakusinasi
292.84               Gangguam mood akibat phencyclidine
292.89               Gangguamn kecemasan akibat phencyclidine
292.9                 Gangguan berhubngan dengan phensiclclidine tertentu     

Gangguan berhubungan dengan sedative ,hipnotik,atau ansiotk
Gangguan pemakaian sedative,hipnotik atau ansiotik
304.10                Ketergantungan sedative,hipnotik,atau ansiotik
305.40                Penyalahgunaan sedative,hipnotik atau ansiotik

Gangguan akibat sedative,hipnotik atau ansiotik
292.89                Intoksikasi sedative,hipnotik atau ansiotik   
292.0                  Putus sedative ,hipnotik atau ansiotike
292.81               Delirium intoksikasi sedative,hipnotik atau ansiotik
292.81               Delirium putus sedative,hipnotik atau ansiotik
292.82               Demensia menetap akibat sedative,hipnotik atau ansioik
292.83               Ganguan amnestik menetap akibat sedative,hipnotik atau ansiotik
292.xx                Gangguan psikotik menetap akibat sedative,hipnotik atau ansiotik
       .11               dengan waham
       .12               dengn halusinasi
292.84                  Gangguan mood akibat sedative,hipnotik atau ansiotik
292.89             Gangguan kecemasan akibat sedative,hipnotik,atau ansiotik
292.89             Disfungsi seksual akibat sedative,hipnotik atau nasiotik
292.89             Gangguan tidur sedative,hipnotik atau ansiotk
292.9               Gangguan berhubungan dengan sedative,hipnotik,atau ansiotk YTT

Gangguan berhubungan dengan berbagai zat 
304.80       Ketergabtungan nerbagai zat

Gangguan berhubungan dengan zat lain (yang tidak diketahui)
Gangguan pemakaina zat lain
304.90          Ketergantungan zat lain
305.90          Penyalahguanaan zat lain

Gangguan akibat zat lain
292.89           Intoksikasi zat lain
292.0             Putus zat lain
292.81           Deliriumintoksikasi akibat zat lain
292.82           Demensia menetap akibat zat lain
292.83           Gangguan amnesia akibat zat lain
292.xx            Gangguan psikotik akibat zat lain
       .11           dengan waham
       .12           dengan halusinasi
292.84           Gangguan mood  akibat zat lain
292.89           Gangguan kecemasan akibat zat lain
292.89           Disfungsi seksual akibat zat lain
292.89           Gangguan tidur akibat zat alain
292.9             Gangguan berhubungan zat lain YTT

5. SKIZOFRENIA DAN GANGGUAN PSIKOTIK LAIN
295.XX           Skizofrenia
       .30           tipe paranoid
       .10           tipe terdirsorganisasi
       .20           tipe katatonik
       .90           tipe tidak tergolongkan
       .60           tipe residual
295.40           Gangguan skizofreniform
295.70           Gangguan skizoafektif
297.0             Gagguan waham
298.8             Gangguan psikotik singkat      
297.3             Gangguan psikotik berntian
203.xx            Gangguan psikotik disebabkan kondisi medis umum
       .81           dengan waham
       .82           denganhalusinasi
       .-              Gangguan psikotik akibat zat
289.9            Gangguan psikotik YTT

6.      GANGGUAN MOOD (PERASAAN)
Gangguan depresif
296.xx            Gangguan depresi berat
        .2x            episode tunggal
        .3x           rekuren
 300.4             Gangguan distimik
311                 Gangguan depresif YTT

Gangguan Bipolar
296.xx        Gangguan bipolar I
       .0X       episode manic tunggal
       .40       episode terakhir hipomanik 
       .4x        episode terakhir manic
       .6x        episode terakhir campuran
       .5x        episode terakhir terdepresi
       .7          episode terakhir tidak ditentukan
296.89        Gangguan bipolar II 
301.13        Gangguan siklotimik
296.80        Gangguan bipolar YTT

293.83        Gangguan mood yang disebabkan oleh kondisi medis umum
       .-           Gangguan mood akibat zat
296.90        Gangguan mood YTT       

7. GANGGUAN KECEMASAN
300.22         Agorapobia tanpa riwayat gabgguan panok
‘300.29       Pobia spesifik
300.23         Pobia sosial      
300.3           Gangguan obsesif kompulsif
300.81           Gangguan stress pasca traumatik   
300.3           Gangguan stress akut
300.02         Ganguan kecemasan umu
393.89         Gangguan kecemasan disebabkan kondisi medis umum
       .-            Gangguan kecemasan yang dihubungkan dengan penggunaa n zat
300.00          Gangguan kecemasan YTT

8. GANGGUAN SOMATOFORM
300.81           Gangguan somatisasi
300.81           Gangguan somatoform yang tidak terbedakan
300.11           Gangguan konversi
300.xx            Gangguan nyeri
       .80           Dihubungkan dengan factor psikologis
       .89           Dihubungkan dengan factor psikologis dan kondisi medis umum
300.7              Hiokondris
300.7             Gangguan dismorfik badan
300.81           Gangguan somatoform YTT

9. GANGGUAN BUATAN (FACTITOUS)
300.XX           Gangguan buatan
       .16           Dengan symptom dan tanda psikologis
       .19           Dengan tanda dan symptom fisik
       .19           Dengan tanda fisik dan psikologis
300.19           Gangguan buatan YTT

10. GANGGUAN DISOSIATIF
300.12            Amnesia disosiatif
300.13              Fuga disosiatif 
300.14              Gangguan identitas disosiatif
3oo.6                Gangguan depersonalisasi
300.15              Gangguan disosiatif YTT

11. GANGGUAN SEKSUAL DAN IDENTITAS GENDER
Disfungsi seksual
Gangguan hasrat seksual
302.71                Gangguan hasrat seksual yang hipoaktif
302.79                Gangguan keengganan seksual

Gangguan dorongan seksual yang berlebihan
302.72                 Gangguan dorongan seksual pada perempuan
302.72                 Gangguan erektif pada pria

Gangguan orgasmic
302.73                  Gangguan orgasmic pada perempuan
302.74                  Gangguan orgasmic pada pria
302.75                  Ejakulasi prematuret

Gangguan kesakitan seksual
302.76                  Dispareunia
306.51                  Vaginismus

Disfungsi seksual karena kondisi medis umum
625.8                      Gangguan gairah seksual hipoaktif wanitisa karena kondisi medis umum
608.89                    Gangguan gairah seksual hipoaktif laki-laki karena kondi25.0       si umum
607.84                    Gangguan erektil laki-laki karena kondisi medis umum
625.0                      Dispareunia wanita karena kondisi m edis umum
608.89                    Dispareunia laki-laki karena kondisi medis umum
625.8                      Disfungsi seksual wanita lain karena kondisi medis umum
608.89                    Disfungsi seksual laki-laki lain karena kondisi umum
       .-                       Disfungsi seksual Karena zat
302.70                    Disfungsi seksual YTT

Parasifilis
30.4                        Eksibionisme
302.81                    Fetishisme
302.89                    Frotteurism
302.2                      Pedofilia
302.83                    Masokisme seksual
302.84                      Sadisme seksual
302.3                      Fetishisme transvestik
302.82                    Veyourisme
302.9                       Parafilia YTT

Gangguan identitas gender
302.xx                      Gangguan identitas gender

     .85                          pada remaja dan orang dewasa
302.6                          Gangguan identitas gender YTT
302.9                          Gangguan seksual YTT

12. GANGGUAN MAKAN
307.1                           Anoreksia nervosa
307.51                        Bulimia nervosa
307.50                        Gangguan makan

13. GANGGUAN TIDUR
Gangguan tidur primer
Dissomnias
307.42                          Insomnia primer
307.44                          Hipersomnia primer
347                               Narkolepsi
307.56                         Gangguan tidur dikaitkan dengan pernapasan
307.45                         Gangguan tidur ritme sirkadian
307.47                         Gangguan tidur YTT

Parasomnias
307.47                          Gangguan mimpi buruk
307.46                          Gangguan terror tidur
307.46                          Gangguan tidur berjalan
307.47                          Gangguan Paramsonia YTT

Gangguan tidur yang dikaitkan dengan gangguan mental yang lain
307.42                           Insomnia berhubungan dengan gangguan yang lain
307.44                           Hipersomnia berhubungan dengan gangguan mental yang lain

Gangguan tidur yang lain
780.xx                            Gangguan tidur yang disebabkan kondisi medis umum
       .52                            tipe insomnia
       .54                            tipe hipersomnia
       .59                            tipe paramsonia
       .59                            tipe campuran 
       .-                               Gangguan tidur akibat zat

14. GANGGUAN KONTROL IMPULS YAN TIDAK TERKLARIFIKASI YANG LAIN
313.34                             Gangguan eksplosif intermiten
312.32                             Kleptomania
312.33                             Piromania
312.31                             Berjudi patologis
312.39                             Trikotilomalomania
312.30                              Gangguan pengendalian impuls YTT

15. GANGGUAN PENYESUAIAN
309.XX                              Gangguan penyesuaian
      
   Dengan perasaan depresi
           .24                           dengan kecemasan
           .28                           dengan campuran antara perasaan kecemasan dngan depresi
           .3                             Gangguan tingkah laku
           .4                             dengan campuran gangguan emosi dan tinkah laku
           .9                             tidak terspesifikasi

16. GANGGUAN KEPRIBADIAN
301.0                                 Gannguan kepribadian paranoid
 301.20                              Gangguan kepribadian schizoid
301.22                               Gangguan kepribadian skizotipal
301.7                                 Gangguan kepribadian antisocial
301.83                               Gangguan kepribadian ambang
301.50                               Gangguan kepribadian histrionic
301.81                               Gangguan kepribadian narsistik
301.82                               Gangguan kepribadian penolakan
3011.6                               Gangguan kepribadian ketergantungan
301.4                                 Gangguan kepribadian obsesif kompulsif
301.9                                   Gangguan kepribadian YTT

17. KONDISI LAIN YANG DAPAT MENJADI FOKUS PADA PERHATIAN KLINIK
316                                    Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis 
                                           Gangguan mental yang mempengaruhi kondisi medis
                                           Gejala psikologis yang mempengaruhi kondisi umum
                                           Sifat kepribadian yang mempengaruhi kondisi medis
                                           Perilaku kesehatan maladaptive yang mempengaruhi kondisi  medis
                                           Respon fisiologis dengan stress yang mempengaruhi kondisi medis
                                           Faktor psikologis lain yang mempengaruhi kondisi medis

Medikasi yang dihubungkan dengan ganggguan gerak
332.1                                 Parkinsonisme akibat neuroleptik
333.92                               Sindroma malignan neuroleptik
333.7                                 Distonia akut akibat neuroleptik
333.82                               Akathsia akuta akibat neuroleptik
333.82                               Tardive dyskinesia akibat neuroleptik
333.1                                  Tremor postural akibat medikasi
333.90                                Gangguan pergerakan akibat medikasi YTT

Gabungan yang dihubungkan dengan medikasi yang lain
995.2                                  Efek yang merugikan medikas YTT

Problem reaksional
V61.9                                  Masalag relasioanal berhubungan dengan ganggguan mental atau kondisi meDis umum
V61.20                               Problem relasional orangtua dan anak
V61.2                                 Problem relasional pasangan
V61.8                                 Problemrelasional saudara kandung
V61.81                               Prblem relasional YTT

Problem yang dihubungkan dengan kesalahan dalam perlakuan dan ketelantaran
V61,21                               Penyiksaan fisik pada anak
V61.21                               Penyiksaan seksual pada anak
V61.21                               Penelantaran anak
V61.1                                  Penyiksaan fisik pada orang dewasa
V61.1                                  Penyiksaan seksual pada orang dewasa

Kondisi tambahan yang dapat menjadi focus perhatian klinil
V15.81                                Ketidakpatuhan pada terapi
V65.2                                   Berpura-pura
V71.01                                 Perilaku anti social orang dewasa
V71.02                                 Perilaku antisocial masa anak-anak dan remaja
V62.89                                 Fungsi intelektual ambang
780.9                                   Penurunan kognitif berhubungan usia
V62.82                                 Kehilangan
V62.3                                   Masalah akademik
V62.2                                   Masalah pekerjaan 
313.82                                 Masalah identitas
V62.89                                 Masalah religious atau spiritual
V62.4                                   Masalah akulturasi
V62.89                                Masalah fase kehidupan

E.      KESIMPULAN
    Gangguan mental secara sederhan diartika sebagai tiadanya atau kurangnya dalam hal kesehatan mental.Gangguan mental itu ditandai oleh adanya penurunan fungdi mental dan terjadinya perilaku yany tidak tepat.Ada 6 macam criteria untuk orang gangguan mental,yaitu:
1.Orang ya positifnga memperoeh pengobatan atau penanganan psikiatrik
2.Orang yang salah penyesuaian sosoalnya
3.Hasildiagnosis psikistris
4.Ketidakbahagiaan secara subjektif
5.Adanya Simptom-simptom
6.Kegagalan adaptasi secara 
                                                              



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...