Pendidikan Seks Bagi Remaja
Kalau kita berbicara soal remaja, tidaklah kita hendak terpikat pada ketentuan batas-batas umur karena remaja meliputi suatu kurun waktu dalam kehidupan, suatu transisi pertumbuhan dan perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Masa remaja terletak di antara sejak dia mulai menginjak pebertas sampai menjelang usia dewasa antara umur 14 sampai 20 tahunan. Perkembangan lebih lanjut pada remaja masih dimungkinkan walaupun tidak secepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebetulnya.
Kita ketahui pada masa remaja terdapat proses-proses kematangan dalam bidang biologis: kematangan bidang fisik, seksual, dan mental emosional. Perkembangan tidaklah selalu sama bagi setiap remaja dalam kurun waktu 14-20 tahun. Walaupun bisa mungkin tingkat kematangan mental dan emosionalnya masih sangat ketinggalan.mungkin juga timbul emansipasi terhadap orang tua bahwa kakuatan jasmaniahnya tidak kalah dengan orang tuanya tetapi kemampuan mental dan emosionalnya masih ketinggalan. HOLLINGWORTH mengatakan bahwa kita perlu sekali akan mengenal remaja ini agar kita dapat membantu untuk mengenalkan diri pribadi mereka lebih baik, yaitu mengenal seluruh kesatuan mengenai pikiran, pengertian, dan sikapnya.
A. PENGERTIAN SEKSUAL
Pengertian seksual disini ditanggapi dalam arti yang seluas-luasnya dan umum sifatnya. Pengertian tidak terbatas pada masalah reproduksi, regenerasi, perkembangan jenis dalam pengertian biologisdan eksistansi speciesnya, dan dikatakan umum karena menyangkut banyak hal mengenai proses dan perilakunya dalam pergaulan. Dengan demikian pendidikan seksual sebenarnya mencakup pengertian yang sangat luas yang satu dan lainnya berkaitan erat baik dalam pengertian biologis, hubungannya dengan emosional dan kaitanya dengan sosio-budaya dalam membesarkan peranan jenis seks.
B. TUJUAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA REMAJA
Pendidikan seksual bagi remaja ialah untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan baik yang dilakukan pada masa remaja maupun akibat yang terbawa sampai masa dewasa dan tuanya disebabkan karena kelainan pemahaman, sikap, perilaku seksual semasa remaja.
Manusia perlu hidup bermasyarakat karena tanpa hidup bermasyarakat kekuatan manusia akan hilang yamg berarti species manusia akan punah. Dalam masyarakat manusia dipaksa melakukan peranan sesuai status sosialnya sebagai pendukung kekuatan kebudayaan, sedang hidup bermasyarakat akan dituntut bertanggung jawab terhadap:
- kehidupan bermasyarakat, misalnya berprestasi kerja.
- beregenerasi sebaik-baiknya, yang berarti membesarkan anaknya, mengasuh dan mendidiknya.
Manusia di satu pihak terdapat proses perkembangan biologis, di lain pihak sebagai individu harus memenuhi persyaratan kehidupan social. Tidaklah mustahil dalam proses ini terjadi benturan-benturan antara tuntutan biologis dengan sikap dan perilaku sesuai dengan tuntutan sosio budayanya. Disinilah peranan pendidikan seksual untuk menghindari benturan-benturan dan perkembangan mental remaja dapat terus berlangsung dengan baik.
C. PERANAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS
Dalam pendidikan seks, orang tua perlu menerangkan sehingga timbul pengertian dan penghayatan pada remaja tentang identitas seksnya yang ditampilkan dalam sikap dan perilaku sesuai dengan jenis seksnya masiing-masing san tata laksana kebudayaan sehingga dapat diterima olah masyarakat. Jadi perlu ditekankan bahwa pandidikan seksual mencakup pengertian yang luas dan bukan semata-mata hubungan antara genitalia pria dan wanita.
Inti pendidikan seks remaja adalah perkembangan dan penanaman pengertian dan penghayatan akan identitas seks akan melibatkan diri anak dalam bentuk sikap, perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat. Pendidikan ini adalah suatu proses belajar tersendiri bagi remaja. Pada masa remaja ini, sebagai rangsangan biologi anak merasa tertarik pada lawan jenisnya, yang dalam pertumbuhan dia akan mencintai lawan jenis seksnya. Ha ini semua adalah suatu kewajaran dalam perkembangan biologi dan pertanda perkembangan biologi yang sehat. Namun demikian perlu diarahkan dan dibina bagaimana dia bersikap, berperilaku, dan membawa dirinya secara tepat menyangkut dororngan perkembangan seksual ini.
Karena begitu pentingnya peran orang tua dalam pembentukan kepribadi anak, khususnya disini pembentukan identitas seksualnya, maka baik ayah maupun ibuharuslah tahu dalam membawakan peranan identitas seksnya yang sehat sehingga perkembangan kedua jenis seks anaknya dapat berkembang dengan baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam pendidikan seks anaknya adalah sebagai berikut:
- jangan beranggapan bahwa pendidikan seksual ini berlaku ketentuan cara pendekatan yang sama untuk semua anak. Cara penyampaian maupun isi penyampaian sari pandidikan seksual ini tidak perlu sama pada setiap individu.
- Dtinjau dari segi biologis perkembangan seksual adalah wajar namun penyalurannya ditentukan oleh ketentuan kebudayaan setempat.
- Jangan mengatakan atau menimbulkan tanggapan bahwa genetalia (alat seks) merupakan alat yang kotor sehingga perlu dijauhi.
- pendidikan seksual harus disampaikan secara benar tetapi mudah dimengerti oleh anak sesuai dengan apa yang dia ketahui, intelegensi, dan tingkat umurnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar