Pengertian dan Penjelasan Definisi Operasional

A.     Definisi Oprasional
Lazimnya dalam suatu penelitian, definisi operasional merupakan pemberian arti batasan pada suatu konstruk atai variabel dengan cara memberikan rincian kegiatan yang dikerjakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tersebut.
Menurut Sutrisno Hadi (1991) definisi operasional adalah pemberian arti batasan pada suatu konstruk atau variabel dengan memberikan rincian kegiatan yang harus dikerjakan peneliti untuk mengukur variabel tersebut.
Menurut Kerlinger (1995 : 51), definisi operasional adalah melekatkan arti pada suatu variabel dengan cara menetapkan kegiatan atau tindakan yang digunakan untuk mengukur variable tersebut, dengan kata lain definisi oprasional merupakan spesifikasi kegiatan atau tindakan yang perlu untuk mengukur variabel.
Pada hakekatnya, definisi oprasional merupakan bagian dari proses penelitian, dimana peneliti mendefinisikan sebuah konsep atau variabel sehingga bisa diukur, dengan cara melihat pada dimensi (indikator) dari suatu konsep atau variabel.
Dimensi (indikator) dapat berupa: perilaku, aspek, atau sifat atau karakteristik. Dengan demikian definisi oprasional bukan berarti definisi atau pengertian atau makna seperti yang terlihat pada teori di buku teks, namun lebih menekankan kepada hal-hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran atau indikator dari suatu variabel, dan ukuran atau indikator tersebut tidak abstrak, namun mudah diukur atau dinilai.
Hal-hal yang perlu dikemukakan dalam definisi oprasional adalah definisi yang jelas dari variabel, yang di dalam definisi tersebut sudah ada indikator atau kriteria atau ukuran yang bisa menjadi pedoman untuk mengukur atau menilai variabel. Tanpa indikator, maka sesuatu yang didefinisikan bukanlah definisi oprasional, tetapi hanya sekedar definisi umum dari variabel.
Contoh definisi oprasional dalam kehidupan umum, misalnya tentang kecantikan :
Kecantikan adalah kondisi fisik ideal seorang wanita dengan kulit yang bersih, bibir tipis, pinggul yang ramping, dan sebagainya. Ciri-ciri atau karakteristik tersebut semuanya mudah diukur atau dinilai, misalnya, jika seorang wanita tidak memiliki noda atau cacat di kulitnya maka ia cantik; jika seorang wanita bibirnya tidak tebal, maka ia cantik; jika pinggul seorang wanita ramping atau tidak gemuk, maka ia cantik.
Dengan mudahnya mengukur atau menilai variabel, maka tidak terjadi kemenduaan (ambiguitas), itu sebabnya maka definisi oprasional harus :
·         Dibuat jelas (tidak bertele-tele, tidak abstrak).
·         Terukur, cara pengukurannya jelas.
·         “apa” yang diukur juga jelas.
Contoh :
Konsep mengenai “Dominasi Istri”
Apa itu dominasi istri? Bukan “teori tentang dominasi istri” dari si A, si B atau si C, tetapi “KONSEP” tentang dominasi istri itu apa?

Misalnya, di-konsep-kan bahwa :
Dominasi Istri merupakan suatu kondisi di mana pihak istri memiliki power yang lebih menonjol dibandingkan pasangannya. Selanjutnya power yang besar ini digunakan secara terus-menerus oleh sang istri untuk mempengaruhi dan mengendalikan pihak lain dalam keluarga, baik terhadap suami maupun terhadap anak-anaknya.
Setelah konsep diketahui, baru kita dapat men-definisioprasional-kan.
Dalam definisi oprasional ini, (kembali pahami penjelasan di atas), yaitu jelas, terukur (tidak abstrak), cara mengukurnya jelas, tentu saja apa yang diukur juga jelas.

Misalnya definisi oprasional yang kita buat, menjadi :


“Dominasi Istri” adalah, “Seberapa besar peran seorang istri dalam menentukan pembagian keputusan, pola pengaturan dalam mengatasi masalah atau konflik serta pembagian tugas yang harus dilakukan dalam keluarga.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...