Penjelasan Bagian-bagian dari Tanaman Sansevieria ( Morfologi Sansevieria )

MORFOLOGI SANSEVIERIA
a.    Akar
akar sansevieria merupakan akar serabut yang tumbuh pada rimpang. Akar menyebar dangkal di dalam tanah berwarna putih dan mengandung banyak air. Orang awam menganggap rimpang (rhizoma) dan stolon bukan merupakan akar tetapi modifikasi batang yang berfungsi sebagai organ perbanyakan. Secara morfologi dan fisiologi fungsi rimpang maupun stolon adalah sebagai batang bukan akar.

b.    Batang
dalam pandangan awam semua jenis sansevieria tampak sebagai tanaman tidak berbatang (stemless) sesunggunya semua sansevieria berbatang baik  batang sejati atau batang semu batang sejati pada jenis yang memilikinya akan tampak setelah tanaman besar sedangkan batang semua telah ada sejak tanaman masih kecil. Batang semu merupakan organ perbanyak pada sansevieria. Batang semu yang tumbuh di permukaan tanah disebut stolon sedangkan yang hidup di dalam tanah disebut rimpang.
Semua sansevieria memiliki stolon tidak semuanya memiliki rimpang. Stolon ada yang berukuran besar sehingga tampak jelas ada pula yang kecil dan tipis berada di antara susunan daun seperti akar serabut. Anakan tumbuh dari rimpang atau stolon  yang berukuran besar yang memiliki mata tunas di bukunya.

c.    Daun
setiap jenis sansevieria memiliki bentuk dan warna daun yang berbeda. Ada beregam bentuk daun namunsecara garisbesar bentuk daun dibagi dua yaitu tipedaun sendok  dantipe daun bulat. Tipe sendok selalu berbentuk lembaran sedangkan tipe bulat adalah bentuk selain tipe sendok dapat berubah tabung yang memanjang (silidris)  setengah lingkaran persegi tiga atau modifikasi dari keduannya yang tampak dari irisan daun secara melintang.
Sansevieria bertipe daun sendok sejak kecil hingga dewasa bentuk daunnya sama tetapi yang berdaun bulat sebagian ada yang berulang kali mengalami perubahan bentuk daun. Penentuan bentuk daun dilakukan setelah tanaman dewaasa yaitu seteleh berbunga. Beberapa jenis sansevieria kulit berbunga maka bentuk dan daun tanaman dewasa di tentukan setelah tumbuh generasi baru berupa anakan.
Berdasarkan pola tumbuh daun  dikenal dengan dua istilah yaitu sansevieria kipas(fan-like shape sansevieria) dan sansevieria roset atau melingkar (spiro-distichus sansevieria). Orang awam menyambut sansevieria yang daunnya tumbuh melingkar dengan istilah sansevieria roset sedangkan yang pertumbumbuhan yang tidak melingkar dengan istilah sansevieria bukan ronset bagi sebagian orang lainnya berpendapat sansevieria adalah sansevieria yang bertanjuk seperti sarang burung (birdnest sansevieria) sedangkan ahli botani yang disebut roset adalah sansevieria yang daynnya menyebar ke segala arah tidak hanyayang bertanjuk sarang burung saja. Di indonesia sansevieria roset biasa disebut sansevieria kodok. Di luar negeri sansevieria kodok disebut hahni sansevieria. Sansevieriakipas daunya selalu berbentuk bulat sedangkan sansevieria roset ada yang berdaun tipe sendok ada yang bulat.
Dikalangan korektor sansevieria bertumbuh daun dibagi tiga yaitu sansevieria berdaun contohnya S. STUCKYI, S. CANALICUTA, dan S. SULCATA sansevieria berdaun silinder dan roset contohnya S. SUFFRUTICASA, S. GRACILIS , S. HUMBERTIANA, S. BAGAMOYENSIS S. CAULENSIS, S.VOLKENSII, S. PHILIPSIAE dan S. INTERMEDIA serta sansevieria berdaun tebal dengan berbagai macam bentuk daun dan tumbuh roset contohnya S. ZEYLANICA, S. AETHEOPICA, S. GRANDECUSPIUS , dan S. ARBORESCENS.
Penggolongan didasarkan pada kekerasan daun yaitu sansevieria berdaun lunak dengan ciri khusus dan berbentuk lasnet dan ujungnya lunak dan sansevieria berdaun lunak contohnya S. TRIFASCIPTA dan turunan atau klon hasil ketununnya. S. TRISIFLORA S. PARVA, dan S. DONERII. Dalamkelompok ini masih dibagi dua golongan yaitu sansevieria roset (jumlah daun 2-6 helai) dan sansevieria compacta yang jumlahnya daunnya lebih dari 10 helai sansevieria daun keras ciri khasnya daun kaku, tegak,dan permukaannya kasar seperti berpasir yang termasuk sansevieriaber daun kasar antara lain S. KIRKII,
 S. SUBSPICATA, S. GRANDIS, S. CONSPICUA, S. DAWEI, S. RAFFILI, S. LIBERICA, S. CONCINA, S. AMBLYTIANA,
S. METALICA, S. ANGUSTIFLORA, S. THRYSIFLORA,
S. BRACTEATA dan S. BRAUHI.
Sansevieria berdaun halus disebabkan oleh adanya lapisan lilin pada epidermis daun sedangkan yang kasar tidak terdapat lapisan  lilin bagian epidermisnya. Tidak banyak orang tau bahwa ada sansevieria yang daunnya  berbulu adalah S. LAGUNINASA.

d.    Bunga
bunga sansevieria adalah bunga berkelamin ganda (hermaprodit). Setiap spesies memiliki jumlah, ukuran, dan warna bunga yang berbeda. Bunga tersusun pada tandan (mulai) dan tidak bertangkai tetapi langsung menempel pada malai karena itu tidak rontok sebab tidak terdapat absisic acid (hormon penyebab rantok) setelah tua bunga sansevieria akan layu dan kering. 


e.    Buah
buah sansevieria adalah jenis buah beri,yaitu buah yang memiliki celah berisi biji .warna kulit buah saat masih muda hijau setelah tua ada yang merah,oranye,hitam,dan hijau kusam.jumlah biji dalam satu celah antar spesies yang satu dengan yang lain berbeda,yaitu 1-4 biji.saat muda kulit buah halus setelah tua kasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...