Penjelasan dan Pengertian Fungsi Kesadaran

BAB I
FUNGSI KESADARAN
                
Fungsinya berlangsung sangat kompleks dan sangat sukar untuk dilukiskan dalam bentuk batasan yang tepat. Prosesnya melibatkan pusat-pusat fungsional otak yang terletak di kortex serebri, subkortex misalnya basal ganglia, substantia nigra, thalamus dan sistem aktivasi retikuler. Kesadaran dimaksud adalah suatu rangkaian keadaan dimana orang mampu melakukan reaksi terhadap informasi rangsang yang berasal dari daerah sekitarnya. Dan orang yang bersangkutan mampu menghadirkan dirinya, mengadakan seleksi terhadap informasi rangsang yang masuk kedalam dirnya dan dapat memadukan semua informasi yang masuk dalam bentuk reaksi-reaksi psikofisiologisnya.
                Maksudnya adalah jika seseorang yang berada dalam kesadaran maka yang bersangkutan mampu memberikan reaksi-reaksi faali secara fisik, menginterpretasikannya dan mewujudkan dalam reaksi psikologis dengan segala macam bentuk dan variasinya. Misalnya jika seseorang secara tidak sengaja tersulut api rokok maka yang bersangkutan akan segera memberikan reflek dalam bentuk aktivitas fisik, menjauhkan diri dan selanjutnya memahami bahwa sentuhan api roko dapat meyebabkan rasa sakit dan membakar kulit. Reaksi psikologi yang muncul dapat berupa umpatan, keluhan rasa iba, menangis dan sebagainya.
1.1 Kesadaran
                Orang hidup pasti “sadar” atau memiliki “kesadaran” dan kesadaran ini dapat diartikan sebagai bangun dari tidurnya dan mampu bereaksi terhadap lingkungannya. Orang yang “sadar” atau “conscious” akan hidupnya tentu harus berusaha bagaimana mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidup biofisiologi dan psikologinya, seperti:
1.       Memenuhi kebutuhan makan dan minum;
2.       Bereproduksi untuk menurunkan keturunannya;
3.       Bekerja;
4.       Silaturahim dan hidup berkelompok;
5.       Belajar dan berkreatifitas dan lain sebagainya;
6.       Menjalankan syariat agama;
7.       Dzikir dan meditasi;
Pada dasarnya “kesadaran” atau consciousness manusia dikontrol oleh sistem saraf yang pusatnya terdapat di otaknya. Oleh karena itu jika otaknya mengalami kerusakan (apapun penyebabnya) sebagian atau seluruhnya maka dapat membuat orang yang bersangkutan mengalami gangguan kesadaran. Sebagai contoh adalah jika oleh karena suatu sebab tertentu maka seseorang dapat tetap “sadar” akan dirinya dan lingkungannya. Misalnya saja jatuh dari pohon tetapi yang bersangkutan tetap sadar dan memahami fenomena yang baru saja dialaminya. Tetapi jika pingsan maka yang bersangkutan disebut “tidak sadar” atau “kehilangan kesadaran” (unconsciousness) dimana seseorang tampak tidak dalam keadaan bangun pada waktu itu atau sesaat kemudian atau dalam waktu yang realtif lama. Ada juga fenomena “tidak sadar psikologik” misalnya dimana seseorang mengalami suatu ketegangan diri sehingga mengakibatkan yang bersangkutan tidak sadar akan kehadiran seseoarng dihadapannya dan atau melakukan suatu perbuatan yang tidak terpuji.
Pada umumnya nilai kesadaran dapat ditentukan oleh kemampuan dan kesiapan seseorang dalam berfikir atau kemampuan berfikir (thought), berperasaan atau kemampuan berolah rasa (feelings), persepsi atau kemampuan dalam menanggapi sesuatu, kemampuan dalam mengagas sesuatu dan kreatif (idea), kemampuan berangan-angan (dreams) dan kemampuan membuat alasan (reasoning) atau memecahkan masalah (solving) pada setiap tahapan kesadarannya. Oleh karena itu, keadaan sadar atau kesadaran akan terjadi dalam suatu siklus irama kehidupan seseorang yang meliputi fase-fase tertentu seperti keadaan bangun (awake), keadaan mengantuk (drowsy) dan keadaan tidur (asleep). Pada waktu bangun maka nilai kesadarannya dapat dilihat dari pola tingkah laku dan perilakunya dalam berinteraksi dengan lingkungannya sedangkan dalam keadaan tidur maka nilai kesadarannya dapat dilihat dari reaksi terhadap rangsang (stimuli) yang diberikan dan aktivitas potensial listrik saraf otaknya. Pada waktu mengantuk maka nilai kesadarannya dapat dilihat dari konsistensi reaksinya terhadap rangsang yang diberikan pada saat bangun dan atau sedang tidur, artinya orang yang sedang mengantuk jika diajak berbicara masih dapat mengerti dan menjawab apa yang sedang dibicarakannya. Jika semua tahapan-tahapan tersebut tidak dapat ditemukan maka seseorang jatuh dalam keadaan tidak sadar atau dikenal sebagai hilangnya kesadaran.
Dari uraian di atas maka kesadaran pada manusia dapat dikategorikan dalam:
1.       Kesadaran Psikologi, dimana makna kesadaran dimaksudkan berhubungan dengan kapasitas seseorang untuk mengenali kemampuannya dalam berfikir, berolahrasa, persepsi, mengagas sesuatu, berangan-angan dan memecahkan masalah. Oleh karena itu maka kesadaran ini dapat diamati langsung dan dapat dilakukan tes-tes psikologi.
2.       Kesadaran fisik, dimana makna kesadaran dimaksudkan berhubungan dengan kapasitas seseorang untuk mengadakan reaksi atas rangsang (stimulus) baik yang berasal dari dalam otaknya atau berasal dari luar tubuhnya. Secara biofisiologi maka kesadaran ini dapat ditunjukan melalui suatu hasil reakaman elektroensefalografi (EEG) atas adanya perubahan-perubahan listrik potensial di otaknya dalam suatu irama yang dikenal sebagai “The sleepwake rhytms”, dimana irama kesadarannya dapat diamati dalam kurun waktu yang terdiri dari 8 jam tidur dan 16 jam bangun dalam sehari. Kesadaran fisik ini dikontrol sepenuhnya oleh “biological clock function” yang pusatnya terdapat di daerah hipothalamus, brainstem (reticular formasi), kortex serebri (motor cortex area, somesthetic cortex area, thought area, wernicke’s dan broca’s area) dan beberapa bahan kimia otak yang berperan dalam mensikapi kesadaran tersebut, adalah nor epinefrin, dopamin, serotonin, asetilkolin, endorfin dan enkefalin.
1.2 Elektro Ensefalografi
Otak manusia yang terdiri dari banyak neuron atau saraf hampir selalu dalam keadaan aktif dan dapat ditunjukan melalui adanya signal listrik potensial. Aktivitas listrik potential otak ini dapat direkam melalui alat yang dikenal sebagai Elektroensefalografi (EEG) yaitu dengan menempatkan elektroda dipermukaan kepala sehingga dapat mencatat semua perubahan listrik potential otak dalam keadaan tidur, megantuk dan bangun dan hasil rekamannya disebut sebagai elektroensefalogram.
Secara alamiah maka aktivitas listrik potential dapat direkam oleh alat EEG (elektroensefalografi), khususnya bagian dari kortex serebri dan dapat menghasilkan rekaman yang berbeda-beda dan tergantung (1) tahapan kesadarannya, seperti keadaan tidur, bangun dan mengantuk; (2) pada usia; (3) pada letak penempatan elektroda pencatat di kepala; (4) pada keadaan psikofisis; (5) pada keadaan koma dan (6) minum obat narkotika.
Ada beberapa irama elektroensefalogram hasil perekaman aktivitas listrik potential otak, yaitu:
1.       Irama alfa, yaitu suatu irama yang didapat pada perekaman aktivitas listrik potential otak pada keadaan bangun tetapi matanya ditutup. Cirinya adalah iramanya teratur dengan frekuensi gelombang yang berjalan lambat (10 Hz). Irama alfa merupakan refleksi hasil aktivitas listrik potential kortex.
2.       Irama beta, yaitu suatu irama yang didapat pada perekaman aktivitas listrik potential otak pada keadaan bangun dengan pemusatan perhatian pada lingkungannya atau pada saat berfikir yang kuat dimana irama alfa akan berubah menjadi suatu irama beta dengan ciri-ciri bentuk gelombang yang lebih kecil dan frekuensinya sangat cepat. Transformasi irama alfa ke irama beta ini dikenal sebagai “Arousal EEG” yang menunjukan adanya kesiapsiagaan seseorang untuk menghadapi sesuatu. Pada keadaan ini EEG memperlihatkan bahwa aktivitas listrik potensial di otak berlangsung tidak bersamaan dimana bagian yang satu sedang aktif sedangkan lainnya tampak kurang aktif sehingga memberikan kesan bahwa aktivitas saraf di otak tidak bekerja sinkron satu dengan lainnya.
3.       Irama delta, yaitu suatu irama yang di dapat pada perekaman aktivitas listrik potential otak pada keadaan tidur. Jadi aktivitas listrik potential di otak tetap aktif walaupun orang sedang tidur dan kesadaran fisiknya masih dapat ditentukan dengan alat EEG. Ada dua bentuk aktivitas listrik potential saat tidur ialah: (a) Slow wave sleep dan (b) Paradoxical sleep. Bentuk “slow wave sleep” biasanya diikuti oleh gelombang “paradoxical sleep” secara berkala selama orang masih dalam keadaan tidur, dimana gambaran EEG menunjukan patron yang sama dengan “Arousal EEG”. Saat terjadi paradoxical sleep atau dikenal juga sebagai gelombang Rapid Eye Movement (REM) slepp maka seseorang yang sedang tidur tidak mudah dibangunkan karena yang bersangkutan benar-benar tidak pulas.
1.3 Coma dan Brain Death
                Istilah lain tidak berfungsinya otak, baik secara faali ataupun anatomis yang dapat menimbulkan ketidaksadaran seseorang adalah dikenal sebagai Koma. Adapun tanda-tanda koma pada gambaran EEG menunjukan hilangnya kapasitas untuk membentuk “Arousal EEG” walaupun otak dirangsang sedemikian kuatnya. Pada saat ini orang biasanya tidak bangun, mata tertutup, wajah tanpa ekspresi, fungsi jiwa tidak ada dan fungsi siklus bangun dan tidur juga menghilang walaupun pernapasan, jantung dan sirkulasi masih berfungsi dengan baik. Apakah orang demikian dapat dikatakan meninggal dunia? Saya tidak tahu dan hanya Allah saja yang maha mengetahui. Karena itu setiap koma sebaiknya aktivitas listrik otak direkam dengan elektroensefalografi.
                Sebagai catatan bahwa ada beberapa alat yang dapat dipakai untuk menyelidiki kerja otak dalam segala keadaan, adapun alat tersebut adalah:
1.       Elektroenchephalography, alat ini berfungsi untuk mencatat aktivitas listrik otak seperti yang diuraikan di atas.
2.       Brain-Imaging Techniques, alat ini berfungsi untuk memberikan gambar yang bersifat imaginatif tentang struktur dan fungsi otak. Alat ini terdiri dari:
a.       Computerized Axial Tomography (The CAT Scan);
b.      Positron Emission Tomography (The PET Scan);
c.       Magnetic Resonance Imaging (MRI);
d.      Brain Electrical Activity Mapping (BEAM).
Fungsi “The CAT Scan” adalah untuk memberikan gambar tiga dimensi otak tentang lokasi tumor otak, kerusakan bagian-bagian otak dan sumbatan pembuluh darah otak, sedangkan “The PET Scan” berfungsi untuk mempelajari fungsi beberapa bagian otak dan metoda ini memerlukan senyawa radioaktif yang dicampur dalam larutan glukosa dan disuntikan ke pembuluh darah. Prinsip kerjanya adalah bahwa bagian otak yang lebih aktif akan mengadakan metabolisme glukosa yang lebih banyak dan dengan metoda “The PET Scan” ini maka ketika glukosa-radioaktif mencapai otak, lalu dapat dilakukan perekaman aktivitas neural otak dimana bagian otak yang lebih aktif akan terlihat dalam perekamannya, misalnya saat membaca maka bagian otak yang lebih aktif untuk membaca akan terekam lebih banyak.
Fungsi NRI ini adalah untuk merekam aktivitas otak yang abnormal dengan cara menembakan gelombang suara dengan frekuensi tertentu pada bagian kepala yang diduga ada kelainan. Rasonansi gelombang suaranya dapat direkam dengan bantuan komputer seperti pada metode “The CAT Scan”. Adapun fungsi BEAM adalah seperti alat elektroensefalografi, tetapi metoda BEAM ini lebih baik dan pintar karena dapat mencatat dan menganalisa gelombang listrik otak (brain wave pattern) dari waktu ke waktu dengan bantuan komputer. Metoda ini dapat mempelajari aktivitas listrik otak manusia yang menderita schizophrenia, gangguan psikologis (afektif, psikomotor, dan behaviour) dan aktivitas fisik otak lainnya. Sayangnya alat yang diterangkan di atas sangat mahal harganya sehingga sukar diterapkan di rumah sakit daerah atau untuk penelitian di laboratorium di lingkungan fakultas kedokteran atau psikologi.
Jadi pada keadaan koma maka seseorang tampak mengalami proses penurunan fungsi mentalnya atau tidak menunjukan tanda-tanda ekspresi fungsi mentalnya. Adapun penyebabnya bermacam-macam yaitu dapat disebabkan karena:
1.       Keracunan, misalnya alkohol, barbiturat, racun hidrokarbon,
2.       Cerebral Vascular Accident (CVA),
3.       Trauma Capitis, misalnya kecelakaan lalu lintas, kejatuhan benda keras, terkena pukulan di kepala,
4.       Epilepsy,
5.       Diabetes mellitus,
6.       Shock,
7.       Combustio berat,
8.       Sun stroke,
9.       Infeksi misalnya radang selaput otak, radang sel jaringan otak dan sepsis,
10.   Penyakit lemah jantung,
11.   Uremia,
12.   Tumor otak,
13.   Neurosyphilis.
Kadang-kadang sebelum seseorang jatuh dalam koma maka didahului oleh gejala delerium dan stupor, dimana pada keadaan tersebut biasanya seseorang masih dapat diajak berkomunikasi walaupun jawaban yang diberikannya tidak memuaskan. Fenomena tesebut terjadi karena yang bersangkutan tidak mengerti, tidak ada atensi, tidak mendengar, dan tidak dapat berbicara dengan baik. Jika keadaan ini terjadi pada penderita kelainan jiwa (psikosis) maka fenomena tersebut terjadi karena ada kelainan proses berfikir, dementia, aphasia dan kebingungan.
Keadaan yang lebih berat dari koma adalah Brain Death yang ditandai oleh tidak berfungsinya otak dan bersifat irreversibie. Tanda-tanda “Brain death” adalah selama 6 jam observasi tidak dijumpai berfungsinya otak kembali; dan diketahui bahwa kerusakan jaringan otaknya sangat luas dan tidak mungkin berfungsi kembali, pupil reflek negatif, walaupun spinal reflek masih ada dan jantung masih berdenyut, tetapi gambar EEG-nya datar dan sirkulasi darah otaknya berhenti. Pada keadaan itulah maka seseorang telah dianggap benar-benar meninggal dunia.
1.4 Cerebral vascular Accident dan stroke
Fenomena hilangnya kesadaran pada seseorang yang paling sering dijumpai adalah akibat terganggunya aliran darah yang menuju ke otak dan di dalam otak itu sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai stroke atau apoplexy cerebri dan menurut istilah tehniknya dikenal sebagai “Cerebral Vascular Accident” atau CVA. Fenomena tersebut dapat mengenai orang dewasa dan disebabkan oleh atherosclerosis, hipertensi dan aneurysma pada arteri di dalam otak. Prosesnya berlangsung dapat berbentuk adanya thrombosis, emboli udara, dan perdarahan otak. Adapun pemicu terjadinya perdarahan otak ialah karena olah raga yang berlebihan, terlalu banyak makan, strees emosi yang berlebihan, atau batuk yang tertahan sehingga meningkatkan tekanan di dalam otaknya. Gejala-gejala stroke karena proses thsombosis pada umumnya didahului oeh adanya fenomena telinga berdenging beberapa hari sebelum serangan tiba tetapi jika stroke karena perdarahan otak maka didahului oleh adanya perasaan mual dan muntah, telinga berdenging lebih keras, dan ketika stroke terjadi maka keadaan bicaranya yang tidak menentu, hilangnya memori secara mendadak (Amnesia), tidak bisa bicara, lumpuhnya aggota gerak (paralisis) dan selanjutnya diikuti oleh hilangnya kesadaran.
1.5 Amnesia
Hilangnya kemampuan mengingat sesuatu dikenal sebagai amnesia. Di dalam otak manusia terdapat gudang catatan yang merekam apa saja yang pernah dikerjakan oleh orang normal atau apa saja yang pernah dialaminya selama hidupnya. Letak memori melibatkan beberapa struktur kortex otak, hippokampus, amigdala, para hippokampus, dan sistem limbik. Normal orang biasanya mudah mengingat hal-hal yang baru daripada hal-hal yang telah lama terjadi tetapi pada orang tua malah sebaliknya yaitu lebih mudah mengingat hal-hal yang telah lama terjadi daripada yang baru saja dialami.
Dalam faal-psikologi dikenal retrograde amnesia dan anterograde amnesia dimana yang pertama dapat diartikan sebagai hilangnya memori terhadap hal-hal yang telah berlalu sedangkan yang kedua dapat diartikan sebagai hilangnya memori terhadap hal-hal yang baru saja terjadi. Penyebab amnesia adalah trauma capitis, minum terlalu banyak alkohol (alkoholism) psikosis dan minum obat-obatn narkotik.

BAB II
BATAS KESADARAN MANUSIA
Yang dimaksud ialah sampai sejauh mana manusia menyadari hal yang dialaminya, dihadapinya, proses-proses dalam dirinya dan sekeliling dirinya pada tiap saat.
Hal ini harus ditinjau dari berbagai sudut antara lain sebagai berikut :
I.                    Disadari penuh, yaitu :
a.       Paham apa yang dihadapi
b.      Mengerti sebab dan akibat
c.       Tahu untung ruginya
d.      Tepat menghitung dan bereaksi
e.      Mengerti rentetan akibat selanjutnya.
f.        Dll dll, sesuai kemampuan pancaindera dan otak.
Berarti dasarnya adalah sensitivitas pancaindera, pengetahuan dan kecerdasan.
Yang penting sekali dari fungsi otak adalah bagian ingatan. Sebab biarpun banyak yang pernah diketahui, tapi tidak dapat tersimpan dalam otak dan atau tidak bisa dikeluarkan atau diingat kembali, maka kesadaran orang yang bersangkutan tergolong minimum sekali.
Bagi manusia pada umumnya sebagian besar dari apa yang pernah dipikirkan, diucapkan dan
dilakukan tidak diingat. Bukan saja mengenai hal-hal yang telah lama, tapi juga yang baru terjadi dari pagi sampai sore / malam hari itu. Apa lagi hal-hal diluar dirinya, yaitu yang dilihat, didengar dan dialami. Untuk membuktikannya boleh saja kita coba mencatat satu demi satu pengalaman hari ini atau kemarin. Mungkin saja masih banyak yang bisa dicatat, tapi dalam hari kita mengakui bahwa masih jauh lebih banyak yang terlupa daripada yang teringat. Memang demikian terbataslah kesadaran manusia. Mungkin kesadarannya tidak lebih dari 3% dari apa yang terlihat, terdengar, tercium, terasa, terpikir, terucap, terbuat olehnya.
II.                  Hal-hal yang tidak disadari sepenuhnya yang terjadi tiap saat dalam tubuhnya :
a.       Proses persenyawaan,
b.      Fungsi tiap organ,
c.       Interaksi antar organ,
d.      Penyimpangan fungsi-fungsi organ,
e.      Reaksi organ terhadap hal-hal dari luar,
f.        Proses pengantian dan penuaan sel-sel,
g.       Proses-proses khusus / istimewa dalam otak pada saat-saat berpikir,
h.      Pengaruh pikiran terhadap organ-organ,
i.         Proses dari berbagai aksi dan interaksi antar organ-organ,
j.        Mekanik dari proses-proses dalam tubuh,
k.       Hasil-hasil dari berbagai proses misalnya, antara lain lapisan bathin, nilai diri yang tidak disadari, aura (aurora) dll.
III.                Hal-hal yang diluar kesadaran, yaitu proses alam sekelilingnya yang tidak tertangkap oleh pancaindera:
Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa manusia pada umumnya sama sekali tidak mengherankan proses-proses itu, lebih-lebih mawas diri masyarakat dengan pendidikan terbelakang.
Ilmu pengetahuan dengan bantuan peralatan / teknologi-teknologi modern lambat laun membawa
manusia ketingkat pengetahuan yang membuka tabir mengenai apa yang terjadi diluar tapi disekeliling tubuhnya.
Sebagai contoh misalnya :
a.       Magnit bumi / daya tarik bumi,
b.      Gelombang-gelombang radio,
c.       Daya tarik matahari dan bulan,
d.      Pengaruh-pengaruh planit-planit ditata surya kita,
e.      Pengaruh-pengaruh dari bintang-bintang dan sekian banyak tata surya dialam semesta.,
f.        Pengaruh-pengaruh dari komet-komet,
g.       Dan masih banyak sumber-sumber lain yang memberi pengaruh.
Jika hal ini dibayangkan keseluruhannya, kita sampai pada kesimpulan bahwa apa yang diketahui  atau disadari oleh mahluk manusia adalah ibarat setetes air di samudra dan kita yakin bahwa manusia tidak akan dapat mencapai tingkat kemampuan mengenal kesemuanya itu.
Kesadaran adalah berbagai didefinisikan sebagai pengalaman subjektif, atau kesadaran , atau terjaga, atau sistem kendali eksekutif pikiran:
1.        Ini adalah istilah umum yang mungkin merujuk kepada berbagai fenomena mental.
2.       Walaupun manusia menyadari apa pengalaman sehari-hari adalah, kesadaran menolak untuk didefinisikan, filsuf catatan (misalnya John Searle dalam The Oxford Companion untuk Filsafat): "Anything that we are aware of at a given moment forms part of our consciousness, making conscious experience at once the most familiar and most mysterious aspect of our lives”. Artinya “Segala sesuatu yang kita sadar pada saat tertentu merupakan bagian dari kesadaran kita, membuat pengalaman sadar sekaligus paling akrab dan paling misterius aspek kehidupan kita."
3.       Schneider dan Velmans , 2007 “Consciousness in medicine (eg, anesthesiology) is assessed by observing a patient's alertness and responsiveness, and can be seen as a continuum of states ranging from alert, oriented to time and place, and communicative, through disorientation, then delirium, then loss of any meaningful communication, and ending with loss of movement in response to painful stimulation”.
4.       Kesadaran dalam dunia kedokteran (misalnya, anestesiologi) dinilai dengan mengamati kewaspadaan pasien dan responsif, dan dapat dilihat sebagai kontinum dari negara-negara mulai dari waspada, berorientasi pada waktu dan tempat, dan komunikatif, melalui disorientasi, kemudian delirium, maka kehilangan apapun berarti komunikasi, dan berakhir dengan hilangnya gerakan sebagai respons terhadap rangsangan yang menyakitkan. 
5.       Consciousness in psychology and philosophy has four characteristics: subjectivity, change, continuity and selectivity.
6.       “Intentionality or aboutness (that consciousness is about something) has also been suggested by philosopher Franz Brentano” . Kesadaran dalam psikologi dan filsafat memiliki empat karakteristik: 
-          subjektivitas, 
-          perubahan, 
-          kontinuitas,
-           selektivitas.  
intensionalitas atau aboutness (bahwa kesadaran tentang sesuatu) juga telah disarankan oleh filsuf Franz Brentano . “However, within the philosophy of mind there is no consensus on whether intentionality is a requirement for consciousness”.  Namun, dalam filsafat pikiran tidak ada konsensus apakah intensionalitas merupakan kebutuhan bagi kesadaran.
7.       “Consciousness is the subject of much research in philosophy of mind , psychology , neuroscience , cognitive science , cognitive neuroscience and artificial intelligence” . Artinya Kesadaran adalah subyek banyak penelitian pikiran filsafat , psikologi , ilmu syaraf , ilmu kognitif , ilmu saraf kognitif dan kecerdasan buatan.
8.       “Issues of practical concern include how the presence of consciousness can be assessed in severely ill or comatose people, whether non-human consciousness exists and if so how it can be measured; at what point in fetal development consciousness begins; and whether computers can achieve a conscious state. Artinya “Masalah-masalah praktis termasuk bagaimana kehadiran kesadaran dapat dinilai sangat sakit atau koma orang  apakah kesadaran non-manusia ada dan kalau demikian, bagaimana dapat diukur, pada titik apa dalam perkembangan janin kesadaran dimulai, dan apakah komputer bisa mencapai keadaan sadar.
9.       “having joint or common knowledge with another, privy to, cognizant” Artinya sendi atau umum memiliki pengetahuan dengan yang lain diikutsertakan, menyadari.
10.   “conscious to oneself; esp., conscious of guilt. A related word was conscientia , which primarily means moral conscience” Artinya sadar untuk diri sendiri, esp., sadar bersalah. Sebuah kata terkait conscientia , yang terutama berarti moral hati nurani.
11.   In the literal sense, "conscientia" means knowledge-with, that is, shared knowledge. Dalam arti harfiah, "conscientia" berarti pengetahuan-dengan, yaitu berbagi pengetahuan.
12.   The word first appears in Latin juridical texts by writers such as Cicero (citation needed).
Kata pertama yang muncul dalam teks-teks yuridis oleh para penulis Latin seperti Cicero (rujukan?. Here, conscientia is the knowledge that a witness has of the deed of someone else. Di sini, conscientia adalah pengetahuan bahwa saksi telah dari perbuatan orang lain.
Ada banyak sikap filosofis pada kesadaran, termasuk behaviorisme , dualisme , idealisme , fungsionalisme , monisme refleksif , phenomenalism , fenomenologi dan intensionalitas , fisikalisme , emergentism , mistisisme , identitas pribadi , dan externalism.
Empat fungsi integratif penting untuk kesadaran manusia adalah sebagai berikut: 
1.       Bersedia - orang harus bisa mengikuti pengalaman sadar, tindakan, keputusan, melakukan, menentukan, mengendalikan, ya-tidak, on-off, mencapai, effectuating, menjalankan, menerapkan, bekerja, pemesanan, intuisi, otak depan, tidur nyenyak dan perhatian
2.       Merasa - cinta, emosi, affectts, drive, menyenangkan, intensitas, antusiasme, kegembiraan, suasana hati, imajinasi, kekuatan, kekuasaan, passin, sentimen, kekuatan, tawa, kegembiraan, humor, main-main, benar-otak, metabolisme, impuls, dan mimpi.
3.       Berpikir - alasan, relasi, rasional, logis, analitis, diskursif, ratiocination, urutan, mempertimbangkan, merefleksikan, merenungkan, memikirkan, dialektika, melambangkan, hamil, menghubungkan, disengaja, etierh-atau, kedua-dan, menghitung otak, belakang, bernapas , bahasa dan refleksi.
4.       Penginderaan - persepsi, amati, 5 indra, informasi yang belum diproses, asupan, kesadaran langsung dan langsung, melihat, sensualitas, otak kiri, seks dan ekskresi, data rasa, dan berjalan kesadaran.
Ahli saraf Antonio Damasio telah membedakan antara dua jenis kesadaran:
-          Core kesadaran: yang merupakan bagian dari kesadaran kita berpusat di sini dan sekarang dan berhubungan dengan kegembiraan, energi, penyakit, perhatian, dan relaksasi.
-          Extended kesadaran: yang merupakan bagian dari kesadaran kita bahwa cognizes masa lalu, sekarang dan masa depan dan memungkinkan seseorang untuk menerangi saat ini dengan pengetahuan masa lalu (memori).


BAB III
TINGKATAN KESADARAN MANUSIA

Kesadaran dapat dibagi dalam berbagai tingkatan sebagai berikut :
a.    Hanya tahu atau sekedar mengetahui saja,
b.    Mengerti atau memahami persoalan secara garis besar,
c.    Mengerti prosesnya,
d.    Mengetahui atau  mengerti akibatnya secara garis besar,
e.    Mengetahui tepat sebab dan akibatnya,
f.     Dapat memperhitungkan atau memperkirakan untung ruginya,
g.    Dapat menampung atau mangatasi akibatnya,
h.    Dapat merobah prosesnya untuk menghindarkan akibat yang lebih parah.
Yang menyangkut kesadaran bisa berbagai hal yang dibagi sebagai berikut :
A.      Mengenai diri sendiri, yaitu :
-          Keinginan
1.    Pikiran,
2.    Tujuan,
3.    Ucapan,
4.    Tindakan,
5.    Hasilnya,
6.    Reaksi lingkungan,
7.    Persiapan terhadap reaksi lingkungan,
8.    Kemampuan,
9.    Kesanggupan,
10. Daya tahan,
11. Batas-batas atau limit untung ruginya,
B.      Mengenai lingkungan yang bisa menyangkut :
1.    Manusia atau  orang-orang lain dan
2.    Alam lingkungan yang dapat ditinjau dari berbagai sudut, antara lain :
a.    Lunak,
b.    Biasa-biasa saja,
c.     Kejam atau keras,
d.    Gawat,
e.    Toleransi  atau fleksibel,
f.     Kemungkinan berobah,
g.    Menyulitkan,
h.    Menunjang,
i.      Membahayakan,
j.      Memusnahkan,
k.    Proses atau perkembangan di lingkungan,
l.      Menguntungkan,
C.      Mengenai hal-hal yang tidak dimengerti :
1.    Sebab keterbatasan ilmu pengetahuan atau  pengalaman diri sendiri.
2.    Sebab belum pernah dijajaki atau dicapai oleh ilmu pengetahuan manusia sehingga tidak ada tulisan atau buku-buku mengenai hal tersebut atau,
3.    Hal-hal gaib yang masih rahasia bagi umat manusia pada umumnya.
4.    Nasib,
5.    Kehidupan sesudah mati,
6.    Proses alam semesta,
7.    Hukum-hukum atau kekuasaan tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya manusia lalai dalam hal kesadaran. Kita ambil sebagai contoh-contoh sederhana misalnya :
1.    Pikiran belum matang sudah berbicara atau bertindak,
2.    Berbicara ngawur menganai hal yang tidak dipahami seluruhnya,
3.    Bertindak tanpa memperhitungkan akibatnya,
4.    Bereaksi tanpa mengetahui sepenuhnya duduk persoalan,
5.    Bertindak tanpa berpikir,
6.    Berbicara atau bertindak tanpa tujuan,
7.    Bertindak sebab emosi atau nafsu,
Kelalaian atau kekurangan manusia dalam hal sadar  membawa banyak akibat fatal bagi dirinya. Kekurangan dalam hal ini kebanyakan tidak diperbaiki sebab tidak disadari kekurangan diri dalam hal kesadaran. Orang yang menyadari kekurangannya dalam hal sadar biasanya terdorong untuk mengatasi kekurangan itu. Mereka yang telah menuju perbaikan tersebut mencapai keadaan atau  perasaan yang membawa ketenangan hidup.



BAB IV
KESIMPULAN

Fungsinya berlangsung sangat kompleks dan sangat sukar untuk dilukiskan dalam bentuk batasan yang tepat. Prosesnya melibatkan pusat-pusat fungsional otak yang terletak di kortex serebri, subkortex misalnya basal ganglia, substantia nigra, thalamus dan sistem aktivasi retikuler.
Kesadaran dimaksud adalah suatu rangkaian keadaan dimana orang mampu melakukan reaksi terhadap informasi rangsang yang berasal dari daerah sekitarnya. Dan orang yang bersangkutan mampu menghadirkan dirinya, mengadakan seleksi terhadap informasi rangsang yang masuk kedalam dirnya dan dapat memadukan semua informasi yang masuk dalam bentuk reaksi-reaksi psikofisiologisnya.
Pada dasarnya “kesadaran” atau consciousness manusia dikontrol oleh sistem saraf yang pusatnya terdapat di otaknya. Oleh karena itu jika otaknya mengalami kerusakan (apapun penyebabnya) sebagian atau seluruhnya maka dapat membuat orang yang bersangkutan mengalami gangguan kesadaran.
Pada umumnya nilai kesadaran dapat ditentukan oleh kemampuan dan kesiapan seseorang dalam berfikir atau kemampuan berfikir (thought), berperasaan atau kemampuan berolah rasa (feelings), persepsi atau kemampuan dalam menanggapi sesuatu, kemampuan dalam mengagas sesuatu dan kreatif (idea), kemampuan berangan-angan (dreams) dan kemampuan membuat alasan (reasoning) atau memecahkan masalah (solving) pada setiap tahapan kesadarannya. Oleh karena itu, keadaan sadar atau kesadaran akan terjadi dalam suatu siklus irama kehidupan seseorang yang meliputi fase-fase tertentu seperti keadaan bangun (awake), keadaan mengantuk (drowsy) dan keadaan tidur (asleep).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#02 Konsep Memerangi Kejahatan Cybercrime dalam Perspektif Kriminiologi

Pengertian memerangi kejahatan sama dengan pengertian menanggulangi kejahatan. Dalam istilah kriminiologi penanggulangan kejahatan sering j...