Skizofrenia
Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya jangan lupa follow :
1. Instagram saya : https://www.instagram.com/jeffy_louis_xiii/
2. Youtube saya : https://www.youtube.com/channel/UCPP1vMvrF-dCcLYyko1Prqw?view_as=subscriber
Pengertian Skizofrenia menurut Adolf Meyer, Skizofrenia merupakan suatu reaksi yang salah, adanya disorganisasi kepribadian yang lama-kelamaan orang itu akan menjauhkan diri dari kenyataan (Maramis, 1995). Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang ditandai oleh penyimpangan yang mendasar dan khas dari proses berfikir dan persepsi serta afek yang tidak wajar. Kesadaran biasanya tetap jernih dan kemampuan intelektual tetap baik dan pada perkembangan lebih lanjut dapat terjadi kemunduran kognitif.
Mereka juga mengalami gangguan persepsi yang berbentuk halusinasi. Misalnya pasian melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau mendengar sesuatu yang merupakan sumber bunyi. Agresivitas dan bentuk perilaku aneh juga menandai adanya gejala skizofrenia. Adapun bentuk agresivitas yang muncul bila berkisar antara agresivitas verbal hingga merusak barang dan mencederai orang lain secara fisik.
Karakteristik Skizofrenia
Maramis (1995), membagi gejala-gejala Skizofrenia menjadi dua, yaitu :
· Gejala Primer
- Gangguan proses pemikiran (bentuk, langkah dan isi pikiran)
Yang terganggu terutama ialah asosiasi. Kadang-kadang satu ide belum selesai diutarakan, sudah timbul ide lain.
- Gangguan afek dan emosi
Ø Kedangkalan afek dan emosi, penderita menjadi acuh tak acuh terhadap dirinya dan masa depannya.
Ø Kadang-kadang emosi dan afek serta ekspresinya tidak mempunyai kesatuan.
Ø Emosi yang berlebihan, sehingga kelihatan seperti dibuat-buat.
Ø Hilangnya kemampuan untuk mengadakan hubungan emosi yang baik.
- Gangguan Kemauan
Penderita Skizofrena tidak dapat mengambil keputusan dan tidak dapat bertindak dalam suatu keadaan.
- Gejala Sekunder
Dinamakan gejala katatonik atau gangguan perbuatan.
· Gejala Sekunder
- Waham, pada skizofrenia waham sering tidak logis dan sangat tidak realistis.
- Halusinasi, timbul tanpa penurunan kesadaran.
Menurut Blouler (Maramis, 1995) menganggap bahwa gejala-gejala primer adalah manifestasi dari penyakit badaniyah, sedangakan gejala sekunder adalah manifestasi dari usaha penderita untuk menyesuaikan diri dari gangguan primernya.
Harus ada perubahan yang konsisten dan bermakana dalam mutu keseluruhan dari beberapa aspek perilaku pribadi, bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri dan penarikan diri secara sosial (Rusdi Maslim, 2002).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar